Sikap selalu mempertanyakan dan mengevaluasi bukti klien bukan hanya menerima laporan
mereka disebut keraguan professional. Sikap tersebut merupakan dasar kualitas audit. Dengan
bantuan kecerdasan buatan (AI) auditor menganalisis data besar,mencari pola yang tidak normal
dan menguji transaksi. Hal tersebut menjadi lebih efisien dan akurat tetapi tidak berarti
penggantian total pertimbangan etika manusia dan menimbulkan pertanyaan mengenai bias
algoritma,perlindungan data dan akuntabilitas hasil audit.
Hasil Penelitian:
- Keraguan tetap sangat penting. Di auditor yang bekerja di Surabaya pengaruh positif
keraguan terhadap kualitas dan efisiensi proses audit telah terbukti sedangkan penggunaan
AI tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap hal tersebut. - AI dapat mengurangi pemikiran kritis. Di 93 auditor yang bekerja di perusahaan Big 4 dan
non-Big 4 penggunaan AI mengurangi pengaruh sikap selalu mempertanyakan terhadap
kualitas pertimbangan auditor tetapi meningkatkan pengaruh sikap menunda keputusan
sampai menerima bukti yang cukup. - Ketergantungan berlebihan itu berisiko. Penggunaan AI memiliki efek negatif terhadap
kinerja auditor karena ketergantungan berlebihan atau kurangnya persiapan auditor
meskipun pelatihan berkelanjutan dapat mengurangi hal tersebut.
Keraguan profesional semakin penting sekarang karena perubahan risiko dari kekurangan data
menjadi ketergantungan berlebihan pada perhitungan mesin. AI harus dianggap sebagai alat bantu
yang hasilnya masih memerlukan pertanyaan dan verifikasi bukan sebagai pengganti
pertimbangan auditor. Oleh karena itu untuk menjaga hal tersebut firma audit perlu melatih auditor dalam menggunakan AI dengan benar,mempromosikan budaya keraguan di antara auditor dan memastikan setiap hasil audit masih diperiksa oleh manusia.
Sumber
- Ariyanto, S., Azwirman, & Sari, Z. M. (2026). The influence of psychology, professional
scepticism, and AI on auditor performance with continuous learning moderation.
COSTING: Journal of Economic, Business and Accounting, 9(1).
https://journal.ipm2kpe.or.id/index.php/COSTING/article/download/18508/11740/15647
3 - Aulia, A. M., & Ratnawati, T. (2026). The audit quality battleground: AI, professional
skepticism, expectation gaps, and audit process effectiveness fighting for dominance in
Surabaya’s public accounting firms. JEA17: Jurnal Ekonomi Akuntansi, 11(1).
https://doi.org/10.30996/jea17.v11i1.132919 - Deliu, D. (2024). Professional judgment and skepticism amidst the interaction of artificial
intelligence and human intelligence. Audit Financiar, 22(4).
https://doi.org/10.20869/auditf/2024/176/024 - Nelson, M. W. (2009). A model and literature review of professional skepticism in
auditing. Auditing: A Journal of Practice & Theory, 28(2).
https://doi.org/10.2308/aud.2009.28.2.1 - Winoto, A., & Darusalam, D. (2026). Integration of AI and auditors’ cognitive abilities:
The effects of a questioning mind and suspension of judgment on audit judgment. Jurnal
Akuntansi Indonesia, 15(1). https://doi.org/10.30659/jai.15.1.29-48
