Global Talent Crunch – The Future of Work

Kehidupan yang berlangsung terus mengalami perkembangan yang disebabkan oleh inovasi untuk menyajikan solusi yang relevan dan cepat dalam mengatasi permasalahan. Hal tersebut telah dibuktikan dengan kemajuan zaman yang telah memasuki era revolusi industri 4.0 menghasilkan serangkaian jenis teknologi modern berupa big data, cloud, robot, dan Artificial Intelligence (AI) yang mampu meningkatkan kinerja operasional bisnis dengan sangat pesat. Tentunya, dengan kemajuan yang sangat tinggi mengundang perhatian para pemimpin bisnis untuk memperbarui kualitas strategi operasional secara keseluruhan yang mentransformasikan seluruh aspek bisnis menjadi lebih efektif (Mikalef et al., 2021). Kemajuan dunia industri telah ditandai dengan transisi penggunaan teknologi yang membentuk startup, e-commerce, financial technology, dan lainnya yang mengubah seluruh kegiatan transaksi maupun pelayanan jasa dengan terintegrasi kepada penerapan aplikasi (Awa et al., 2015). Hal tersebut menandai pertumbuhan teknologi berperan besar pada aktivitas bisnis untuk meningkatkan tatanan dan efektivitas pada pencapaian tujuan bisnis dengan memaksimalkan kompetensi sumber daya.

Namun, membicarakan pertumbuhan teknologi yang semakin modern tidak hanya memberikan keunggulan saja terhadap percepatan perkembangan perusahaan, melainkan bagaimana kemajuan tersebut berpotensi menjadi ancaman bagi para tenaga kerja. Pada laporan “The Future of Work – Global Talent Crunch” oleh Ferry (2018) menjelaskan bagaimana seiring dengan perkembangan zaman cenderung berpotensi menciptakan kesenjangan yang sangat besar antara pertumbuhan teknologi dengan kemampuan calon professional yang kurang beradaptasi dengan perubahan. Kurangnya kapasitas yang dimiliki oleh talent, selain berdampak kepada daya saing juga menghasilkan pengangguran dalam jumlah yang besar, sehingga menurunkan jumlah tenaga kerja yang tersedia karena ketidakmampuan dalam memenuhi permintaan perusahaan (Ferry, 2018).

Sebuah studi diungkapkan pada Törnqvist & Forss, (2018) pada tahun 2017 di pasar Swedia ditemukan dari total 120.000 professional yang siap bekerja, terdapat sekitar 50.000 professional yang kehilangan pekerjaan akibat seluruh proses yang telah berlangsung secara otomatis di dunia industri. Besarnya gap yang terjadi juga disebabkan oleh ketidaksiapan individu yang merasa nyaman dengan menggunakan cara lama, yang dengan demikian kurangnya keterbukaan untuk mengadopsi hal baru memberikan efek di masa mendatang (Autor, 2015). Ferry (2018) menyajikan pergerakan data yang diproyeksikan hingga tahun 2030 menunjukan pesatnya jumlah tenaga kerja yang mengalami kehilangan pekerjaan sebesar 11%. Proyeksi pada penurunan tenaga kerja juga berdampak kepada beberapa negara besar, seperti Inggris, Perancis, Amerika, China, hingga kawasan negara Asia Pasifik seperti Indonesia.

Gambar 1. Penurunan Jumlah Tenaga Kerja Secara Global, (Ferry, 2018).

Besaran gap yang ditimbulkan perlu penanganan sejak dini kepada masyarakat dan praktisi, dimana dunia akademisi dapat memberikan kontribusi besar dalam mempersiapkan generasi mendatang untuk beradaptasi kepada teknologi, khususnya tantangan terbesar pada bagian yang memiliki latar belakang non-IT, seperti management, akuntansi, keuangan, dan sebagainya yang pada awalnya beroperasi secara langsung di lapangan dengan menggunakan kertas, kini menjadi serba digital yang dapat dikerjakan secara fleksibel dan cepat untuk mengurangi human error (Kroon et al., 2021). Para tenaga pendidik dapat mempersiapkan kurikulum pembelajaran berbasis teknologi yang diadaptasikan secara internasional, dimana dengan perubahan yang semakin cepat juga memperbarui ilmu teori maupun pola pikir agar tidak mengalami ketertinggalan (Lee et al., 2017). Hal tersebut menentukan bagaimana desain model pembelajaran yang dapat diterima oleh generasi muda, berpotensi menghasilkan lulusan dengan kualitas dan kompetensi yang unggul pada daya saing.

Gambar 2. Gap Permintaan dan Penawaran Jumlah Tenaga Kerja (Ferry, 2018)

Selain itu, para professional juga membutuhkan tambahan kemampuan kompetensi, dengan memperoleh gelar sertifikasi, pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan praktik teknologi seturut dengan SOP perusahaan, hingga menambah kemampuan berbasis teknologi. Kebutuhan pada penggunaan teknologi semakin tinggi pada perusahaan, dimana hal tersebut dapat menjadi tolak ukur bagi para professional maupun generasi muda untuk mempersiapkan strategi yang matang agar dapat memenuhi standard kebutuhan perusahaan dan bisnis ditengah pesatnya teknologi.

REFERENSI

  • Autor, D. H. (2015). Why are there still so many jobs? the history and future of workplace automation. Journal of Economic Perspectives. https://doi.org/10.1257/jep.29.3.3
  • Awa, H. O., Ojiabo, O. U., & Emecheta, B. C. (2015). Integrating TAM, TPB and TOE frameworks and expanding their characteristic constructs for e-commerce adoption by SMEs. Journal of Science and Technology Policy Management. https://doi.org/10.1108/JSTPM-04-2014-0012
  • Korn Ferry. (2018). The Future of Work The Global Talent Crunch. Los Angeles: Korn Ferry.
  • Kroon, N., Do Céu Alves, M., & Martins, I. (2021). The impacts of emerging technologies on accountants’ role and skills: Connecting to open innovation-a systematic literature review. In Journal of Open Innovation: Technology, Market, and Complexity. https://doi.org/10.3390/joitmc7030163
  • Lee, J., Lim, C., & Kim, H. (2017). Development of an instructional design model for flipped learning in higher education. Educational Technology Research and Development. https://doi.org/10.1007/s11423-016-9502-1
  • Mikalef, P., Lemmer, K., Schaefer, C., Ylinen, M., Fjørtoft, S. O., Torvatn, H. Y., Gupta, M., & Niehaves, B. (2021). Enabling AI capabilities in government agencies: A study of determinants for European municipalities. Government Information Quarterly. https://doi.org/10.1016/j.giq.2021.101596
  • Törnqvist, E., & Forss, L. (2018). Automated accounting in accounting firms – A qualitative study on impacts and attitudes. 1–88. https://pdfs.semanticscholar.org/9c26/dfea081fd035a6070e382f1b5f0727faa37a.pdf

Image Source: Google Images

Archie Nathanael Mulyawan, S.Ak., M.Ak., Cert.DA.