Loading
Loading...
Menu BINUS

Inadequate Disclosure: Kesalahan Pengungkapan yang Bisa Menyesatkan Investor

Ketika kita melihat sebuah laporan keuangan, fokus kita sudah pasti kepada angka-angka yang tersaji di laporan tersebut seperti pendapatan, laba, asset, hingga utang. Disamping angka-angka tersebut, ada hal yang tidak kalah penting dan harus diketahui yaitu informasi yang menjelaskan dari mana angka-angka tersebut berasal.

Informasi tersebut umumnya ditemukan di dalam catatan atas laporan keuangan (notes to financial statements). Di dalam catatan ini, perusahaan menjelaskan berbagai hal yang membantu pengguna laporan keuangan untuk memahami kondisi perusahaan secara lengkap.

Dalam kecurangan laporan keuangan, fraud dapat terjadi melalui ketidakcukupan atau penghilangan pengungkapan. Kondisi inilah yang disebut dengan Inadequate Disclosure.

Inadequate Disclosure adalah kondisi ketika informasi yang tersaji secara material, yang seharusnya diketahui oleh pengguna laporan keuangan tidak tersampaikan secara lengkap, jelas, atau tepat.

Pengungkapan tidak selalu berarti perusahaan secara terang-terangan memberikan informasi yang salah. Terkadang, masalahnya terletak pada informasi yang tidak disampaikan dan dilakukan dengan sengaja.

Bagi seorang investor, hal ini penting untuk diketahui dan jika salah bisa membahayakan. Karena seorang investor pastinya membutuhkan informasi yang lengkap dan transparan sebelum mengambil keputusan investasi pada perusahaan yang dituju. Laporan keuangan tidak hanya digunakan untuk melihat besar kecilnya laba atau jumlah aset perusahaan, tetapi juga untuk memahami risiko, kewajiban, transaksi, dan hubungan perusahaan dengan pihak-pihak tertentu.

Ketika informasi material tidak diungkapkan secara memadai, investor dapat menilai kondisi perusahaan secara keliru. Perusahaan mungkin terlihat memiliki kinerja yang baik, padahal terdapat risiko atau transaksi tertentu yang dapat memengaruhi kondisi keuangannya.

Bagi investor maupun pengguna laporan keuangan, tidak mudah untuk mendeteksi adanya inadequate disclosure. Tapi tetap penting untuk diperhatikan. Penting untuk membaca laporan keuangan secara menyeluruh, tidak hanya laporan laba rugi saja, tetapi dalam hal ini perlu diperhatikan juga catatan atas laporan keuangan (notes to financial statements) terutama bagian mengenai penjelasan transaksi-transaksi dengan pihak yang berelasi, kewajiban dan kebijakan akuntansi yang diterapkan. Tidak hanya itu, besar kecilnya sebuah transaksi juga perlu diperhatikan. Transaksi yang tiba-tiba muncul dalam jumlah signifikan dapat menjadi alasan untuk menggali informasinya lebih dalam. Pengungkapan yang diberikan perlu diperhatikan apakah sudah cukup untuk menjelaskan transaksi secara menyeluruh. Infromasi yang secara teknis ada tetapi terlalu minim untuk memahami substansinya dapat menjadi sebuah masalah.

Perlu diingat bahwa, dengan adanya inadequate disclosure berarti perusahaan melakukan fraud. Tidak lengkapnya informasi dapat terjadi karena kesalahan, keterbatasan sistem, atau

ketidaktahuan perusahaan mengenai informasi yang seharusnya diungkapkan. Agar hal ini dapat dikategorikan sebagai kecurangan, perlu dicek lebih lanjut apakah terdapat unsur kesengajaan untuk menyesatkan pengguna laporan keuangan.

Referensi:

  • Kenton, W. (n.d.). Adequate Disclosure. Investopedia. Retrieved August 25, 2026, from https://www.investopedia.com/terms/a/adequate-disclosure.asp
  • Singleton, T. W., & Singleton, A. J. (2010). Fraud auditing and forensic accounting (4th ed.). Wiley. ISBN 9781119577713.
Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.