Loading
Loading...
Menu BINUS

Penyebab Dilusi Saham dan Jenisnya

Pada artikel sebelumnya sudah dijelaskan mengenai pengertian serta dampak dari dilusi saham. Pada artikel ini akan dibahas mengenai penyebab serta jenis dari dilusi saham.

Penyebab terjadinya dilusi saham:

1. Penambahan modal dan pelunasan utang

Perusahaan menerbitkan saham baru untuk memperoleh tambahan modal atau memenuhi kewajiban utang. Penerbitan saham ini diharapkan dapat mendukung kondisi keuangan dan meningkatkan nilai perusahaan.

2. Akuisisi Perusahaan

Perusahaan pengakuisisi dapat menerbitkan saham tambahan sebagai bagian dari transaksi. Saham tersebut dapat diberikan kepada pemilik perusahaan yang diakuisisi sebagai bentuk kompensasi atau pengalihan kepemilikan.

3. Pemberian Opsi Saham

Opsi saham dapat diberikan kepada karyawan, dewan direksi, vendor, maupun mitra bisnis sebagai bentuk penghargaan atau insentif. Ketika opsi tersebut dilaksanakan, saham baru akan diterbitkan sehingga jumlah saham beredar meningkat dan dapat menimbulkan efek dilusi.

4. Pemberian Saham kepada Penyedia Jasa Independen

Perusahaan yang berskala kecil, dapat memberikan saham kepada penyedia jasa atau tenaga profesional independen sebagai bentuk pembayaran atas layanan yang diberikan. Penerbitan saham baru dalam kondisi ini juga dapat menyebabkan dilusi bagi pemegang saham yang sudah ada.

5. Penerbitan Sekuritas yang Dapat Dikonversi

Perusahaan dapat menerbitkan obligasi konversi atau waran kepada investor maupun pemberi pinjaman. Jika hal tersebut dikonversikan menjadi saham, jumlah saham yang beredar akan bertambah sehingga berpotensi menimbulkan efek dilusi.

6. Mengurangi Kepemilikan Pemegang Saham Lain

Penerbitan saham baru dapat dilakukan oleh pemegang saham utama untuk meningkatkan persentase kepemilikannya terhadap pemegang saham lainnya. Strategi tersebut dapat menyebabkan berkurangnya hak kepemilikan dan hak suara pemegang saham dengan porsi yang lebih kecil.

 

Selain mengetahui penyebab dari dilusi saham, kita perlu mengetahui jenis-jenis dari dilusi saham:

1. Dilusi Saham Primer

Dilusi saham primer terjadi ketika perusahaan menerbitkan saham baru dengan tujuan untuk memperoleh tambahan modal. Dana yang diperoleh dari penerbitan

saham tersebut dapat digunakan untuk mendukung pertumbuhan, pengembangan, maupun ekspansi bisnis perusahaan.

Namun, penerbitan saham baru juga bisa berdampak pada pemegang saham lama. Jumlah saham yang bertambah akan menyebabkan persentase kepemilikan saham menjadi lebih kecil secara proporsional. Kondisi ini dapat menyebabkan berkurangnya nilai kepemilikan serta menurunkan pengaruh pemegang saham lama dalam pengambilan keputusan perusahaan.

 

2. Dilusi Saham Sekunder

Dilusi saham sekunder terjadi ketika saham yang sebelumnya dimiliki oleh pemegang saham lama kemudian dijual kepada investor baru. Dalam kondisi ini, perubahan kepemilikan terjadi karena adanya perpindahan saham dari pemegang saham lama kepada pemegang saham baru.

Dampak terhadap nilai investasi bergantung kepada harga saham pada saat transaksi dilakukan. Jika saham dijual dengan harga lebih tinggi dibandingkan harga perolehannya, pemegang saham dapat memperoleh keuntungan. Sebaliknya, apabila saham dijual dengan harga lebih rendah, pemegang saham dapat mengalami kerugian akibat penurunan nilai investasinya.

 

Kesimpulan:

Dilusi saham terjadi ketika perubahan jumlah atau kepemilikan saham menyebabkan persentase kepemilikan pemegang saham berubah. Dilusi dapat disebabkan oleh penerbitan saham baru, akuisisi, opsi saham, maupun konversi sekuritas, dan secara umum terbagi menjadi dilusi primer dan sekunder. Kondisi ini dapat memengaruhi kepemilikan, hak suara, serta nilai investasi pemegang saham.

Referensi:

  • https://www.ocbc.id/id/article/2023/03/09/dilusi-adalah
  • https://reku.id/campus/apa-itu-dilusi-saham
Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.