Keunggulan COBIT 5

Menggunakan COBIT 5 for Information Secutiry memberikan sejumlah kemampuan yang berhubungan dengan keamanan informasi untuk perusahaan sehingga dapat menghasilkan manfaat perusahaan seperti:

  1. Mengurangi kompleksitas dan meningkatkan efektivitas biaya karena integrasi yang lebih baik dan lebih mudah.
  2. Meningkatkan kepuasan pengguna.
  3. Meningkatkan integrasi keamanan informasi dalam perusahaan.
  4. Menginformasikan risiko keputusan dan risk awareness.
  5. Meningkatkan pencegahan, deteksi dan pemulihan.
  6. Mengurangi insiden (dampak) keamanan informasi.
  7. Meningkatkan dukungan untuk inovasi dan daya saing.
  8. Meningkatkan pengelolaan biaya yang berhubungan dengan fungsi keamanan informasi.
  9. Pemahaman yang lebih baik dari keamanan informasi.

Keamanan Informasi

ISACA mendefinisikan keamanan informasi sebagai:

“Ensures that within the enterprise, information is protected against disclosure to unauthorised users (confidentiality), improper modification (integrity) and non-access when required (availability).”

  • Confidentiality berarti menjaga hak akses dan penggunaan wewenang untuk melindungi privacy dan kepemilikan informasi.
  • Integrity berarti menjaga informasi dari modifikasi atau perusakan dan termasuk memastikan bahwa informasi yang ada merupakan informasi asli dan tidak ada penolakan (non-repudiation) jika akan dilakuan pembuktian terhadap sistem.
  • Availability berarti memastikan dalam hal waktu dan kehandalan dalam mengakses dan menggunakan informasi agar selalu tersedia.

Meskipun terdapat beberapa definisi yang berbeda, definisi menurut ISACA di atas merupakan definisi dasar dari keamanan informasi yang mengakomodir aspek confidentiality, integrity dan availability (CIA). Konsep CIA sendiri merupakan konsep yang telah diakui secara global. Cobit 5 for Information Security didasari pada prinsip yang terdapat pada kerangka kerja (framework) COBIT 5 yang dapat digambarkan pada gambar 3 berikut.

Gambar 1: Prinsip COBIT 5

Prinsip COBIT 5

Prinsip 1. Meeting Stakeholder Needs
Keberadaan sebuah perusahaan untuk menciptakan nilai kepada stakeholdernya – termasuk stakeholders untuk keamanan informasi – didasarkan pada pemeliharaan keseimbangan antara realisasi keuntungan dan optimalisasi risiko dan penggunaan sumber daya yang ada. Optimalisasi risiko dianggap paling relevan untuk keamanan informasi. Setiap perusahaan memiliki tujuan yang berbeda-beda sehingga perusahaan tersebut harus mampu menyesuaikan atau melakukan customize COBIT 5 ke konteks perusahaan yang dimiliki.

Prinsip 2. Covering the Enterprise End-to-End
COBIT 5 mengintegrasikan IT enterprise pada organisasi pemerintahan dengan cara:

  • Mengakomodasi seluruh fungsi dan proses yang terdapat pada enterprise. COBIT 5 tidak hanya fokus pada ‘fungsi IT’, namun termasuk pada pemeliharaan informasi dan teknologi terkait sebagai aset layaknya aset-aset yang terdapat pada enterprise.
  • Mengakomodasi seluruh stakeholders, fungsi dan proses yang relevan dengan keamanan informasi.

Prinsip 3. Applying a Single, Integrated Network

COBIT 5 dapat disesuaikan dengan standar dan framework lain, serta mengizinkan perusahaan untuk menggunakan standar dan framework lain sebagai lingkup manajemen kerangka kerja untuk IT enterprise. COBIT 5 for Information Security membawa pengetahuan dari versi ISACA sebelumnya seperti COBIT, BMIS, Risk IT, Val IT dengan panduan dari standar ISO/IEC 27000 yang merupakan standar ISF untuk keamanan informasi dan U.S. National Institute of Standars and Technology (NIST) SP800-53A.

Prinsip 4. Enabling a Holistic Approach
Pemerintahan dan manajemen perusahaan IT yang efektif dan efisien membutuhkan pendekatan secara holistik atau menyeluruh. COBIT 5 mendefinisikan kumpulan pemicu yang disebut enabler untuk mendukung implementasi pemerintahan yang komprehensif dan manajemen sistem perusahaan IT dan informasi. Enablers adalah faktor individual dan kolektif yang mempengaruhi sesuatu agar dapat berjalan atau bekerja. Kerangka kerja COBIT 5 mendefinisikan 7 kategori enablers yang dapat dilihat pada gambar 4 berikut.

Gambar 2: COBIT 5 Enabler

7 enablers yang digunakan pada COBIT 5 meliputi:

    1. Principles, Policies and Frameworks
    2. Processes
    3. Organisational Strucutres
    4. Culture, Ethics and Behaviour
    5. Information
    6. Services, Infrastructure and Applications
    7. People, Skills and Competencies

Prinsip 5. Separating Governance from Management

COBIT 5 dengan tegas membedakan pemerintahan dan manajemen. Kedua disiplin ini memiliki tipe aktivitas yang berbeda, membutuhkan struktur organisasi yang berbeda dan memiliki tujuan yang berbeda. COBIT 5 melihat perbedaan tersebut berdasarkan sudut pandang berikut.

Penggunaan COBIT 5 Enablers pada Praktik Implementasi Keamanan Informasi

Secara umum, COBIT 5 mendefinisikan enablers ke dalam dimensi yang dapat dilihat pada gambar 5. Pendefinisian enablers dalam bentuk dimensi ini akan memberikan cara sederhana dan terstruktur agar dapat dengan mudah memanajemen interaksi yang kompleks.

REFERENSI:

  1. 2019. COBIT 5 vs COBIT 2019. Jakarta
  2. Image, 2021. Google Image COBIT 5.
  3. Iqbal, 2021. Pengertian COBIT 5 dan Fungsinya untuk Information Security. Jakarta.
  4. 2020. Pentingnya Implementasi COBIT bagi IT Perusahaan. Jakarta.