Loading
Loading...
Menu BINUS

Literasi Data: Kompetensi Wajib yang Masih Langka di Profesi Akuntansi

Selama lebih dari satu abad, profesi akuntan identik dengan peran tradisional sebagai penjaga angka mulai dari pencatat transaksi, penyusun laporan, hingga penjamin kepatuhan. Namun, pergeseran menuju ekonomi yang sepenuhnya digerakkan oleh data telah mendisrupsi deskripsi pekerjaan tersebut. Saat ini, urgensinya bukan lagi tentang apakahseorang akuntan perlu menguasai data, melainkan seberapa tangkas mereka beradaptasi. Di sinilah literasi data hadir sebagai kompetensi krusial yang permintaannya melesat naik, tetapi ketersediaannya masih sangat langka di lapangan. Lebih dari sekadar kemampuan teknis dalam mengoperasikan perangkat lunak, literasi data menuntut kecakapan untuk membaca, menulis, dan mengomunikasikan data secara kontekstual. Hal ini mencakup penalaran kritis yang mendalam untuk menerjemahkan informasi, analitik, dan kecerdasan buatan (AI) menjadi keputusan strategis yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kebutuhan akan literasi data dipicu oleh transformasi digital yang kian masif, mengubah posisi akuntan dari sekadar pengolah angka menjadi penasihat strategis bisnis. Berdasarkan proyeksi industri, hampir seluruh tim keuangan dan akuntansi (sekitar 95%) diperkirakan akan terlibat dalam inisiatif digitalisasi skala besar dalam beberapa tahun ke depan. Konsekuensinya, kemampuan menafsirkan output analitis dan berkolaborasi dengan alur kerja berbasis AI kini menjadi kompetensi fundamental di berbagai posisi keuangan. Urgensi ini turut divalidasi oleh lembaga akreditasi dan standar profesi internasional, seperti AACSB dan International Federation of Accountants (IFAC). Melalui standar kompetensi globalnya, literasi data kini resmi diakui sebagai pilar tak terpisahkan dalam keahlian teknis, profesionalisme, serta etika seorang akuntan, bukan lagi sekadar keterampilan tambahan.

Ironisnya, meskipun kebutuhan tersebut diakui secara luas, realitas di lapangan menunjukkan kesenjangan kompetensi yang cukup sistemik. Rendahnya tingkat literasi data di kalangan akademisi maupun praktisi menciptakan jurang pemisah antara kualitas lulusan dan tuntutan industri, khususnya dalam ranah pelaporan Environmental, Social, and Governance(ESG), deteksi kecurangan, hingga manajemen kinerja dan proyeksi finansial. Kesenjangan ini semakin diperparah oleh fakta bahwa lebih dari seperempat organisasi saat ini masih belum memiliki pemahaman internal yang solid mengenai konsep literasi data. Bagi profesi akuntansi, ketertinggalan ini memunculkan risiko ganda: peran akuntan terancam digantikan oleh otomatisasi pada tugas-tugas repetitif, sementara perusahaan berpotensi gagal mengonversi investasi teknologi mereka menjadi nilai bisnis yang nyata karena ketiadaan SDM yang mampu menafsirkan data tersebut.

Menghadapi tantangan sistemik ini, menguasai literasi data yang kerap dijuluki sebagai “bahasa kedua bisnis” menjadi sebuah keharusan mutlak untuk menyongsong masa depan pekerjaan. Bagi para akuntan, mengadopsi kompetensi ini sama sekali tidak menghilangkan identitas inti profesi, melainkan justru memperluas dan memperkaya perannya. Akuntan masa depan akan tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas finansial, tetapi dengan kapabilitas tambahan yang esensial: kemampuan untuk membuat angka-angka tersebut “berbicara” dan memberikan arah yang jelas bagi organisasi. Mereka yang proaktif memulai pembelajaran ini sejak dini akan tampil sebagai pemimpin strategis, sementara mereka yang menunda langkah harus bersiap kehilangan relevansinya di tengah pesatnya laju inovasi.

Refrence :

  • Gartner. (2024). Data literacy: A guide to building a data-literate organization. https://www.gartner.com/en/data-analytics/topics/data-literacy
  • Gartner Peer Community. (n.d.). Advancing data literacy: One-minute insights. https://www.gartner.com/peer-community/oneminuteinsights/omi-data-literacy-o7h
  • Jasni, N. S., & Kamal, L. N. (2026). Data literacy in accounting education: Pedagogical strategies, analytics tools and global standards alignment. International Journal of Research and Innovation in Social Science, 10(26), 256–266.
  • Robert Half. (2026). 2026 salary guide for finance and accounting professionals. https://www.roberthalf.com/us/en/insights/research/finance-and-accounting-trends
  • The Data Literacy Project. (2022). Data literacy is set to be the second language of business. https://thedataliteracyproject.org/
Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.