Financial ratio atau rasio keuangan merupakan tolak ukur yang umumnya digunakan untuk
melakukan penilaian proses dari berlangsungnya kegiatan perusahaan berkaitan dengan laporan
keuangan dari suatu perusahaan dalam periode tertentu.
Tujuan Rasio Keuangan
1. Memastikan Keuangan Perusahaan digunakan secara baik dan optimal
Dengan menggunakan rasio keuangan, perusahaan dapat menemukan penggunaan
keuangan yang tidak optimal, pemborosan anggaran, ataupun tidak menguntungkan. Selain
itu, hal tersebut juga dapat mendeteksi benar atau tidaknya penggunaan keuangan
perusahaan digunakan dengan sebaik mungkin serta mendeteksi potensi atau telah
terjadinya kecurangan (fraud).
2. Membantu dalam Pengambilan Keputusan yang sesuai
Melalui rasio keuangan, pemangku kepentingan dapat melihat potensi keberlanjutan
ataupun risiko yang kira-kira dihadapi oleh perusahaan. Contohnya, menggunakan rasio
profitabilitas (profitability) dan rasio hutang (solvency) yang akan dibahas lebih lanjut pada
artikel selanjutnya mengenai jenis-jenis rasio keuangan yang sering digunakan oleh
perusahaan.
3. Mengetahui Besar Persentase Kesehatan Perusahaan
Tentunya jika kita membangun suatu perusahaan pastinya berharap perusahaan tersebut
berkepanjangan bukan langsung bangkrut atau tidak bertahan. Perusahaan yang sehat dan
baik itu dapat dilihat melalui seberapa jauh perusahaan dapat bertahan tidak hanya selalu
dari laba yang dihasilkan saja. Nah maka dari itu, melalui rasio keuangan tersebut kita akan
mendapatkan jawabannya (gambarannya).
Notes: Pada artikel berikutnya akan dibahas terkait jenis-jenis laporan keuangan yang
paling sering digunakan oleh Perusahaan.
Sumber:
Ismail, I. (2025, August 11). Rasio Keuangan: Pengertian, Fungsi, Dan Berbagai Jenisnya.
Accurate Indonesia. https://accurate.id/akuntansi/rasio-keuangan/
Pramudya, A. (2026, August 10). Analisis Rasio Keuangan: Pengertian, Fungsi, Jenis Dan
Contohnya. Mekari Jurnal. https://www.jurnal.id/id/blog/rasio-keuangan/
Purure. (2025, May 29). Analisis Rasio Keuangan melalui neraca Laba rugi.
