Loading
Loading...
Menu BINUS

Indonesia Perkuat Ekosistem Pelaporan Keberlanjutan melalui Peluncuran ISRF

Peluncuran Indonesia Sustainability Reporting Forum (ISRF) menandai langkah strategis baru dalam penguatan ekosistem pelaporan keberlanjutan di Indonesia. Inisiatif yang digagas oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) ini diperkenalkan dalam forum Reporting Outlook 2026 di Jakarta, yang mempertemukan regulator, pelaku industri, akademisi, dan mitra internasional. ISRF tidak hanya berfungsi sebagai wadah diskusi, tetapi juga sebagai platform kolaboratif untuk menjembatani kesenjangan antara standar pelaporan keberlanjutan dan implementasi di lapangan.

 

Secara global, pelaporan keberlanjutan tengah bertransformasi dari praktik sukarela menjadi kebutuhan utama dalam pasar modal. Investor kini menuntut informasi yang konsisten, dapat dibandingkan, dan relevan untuk pengambilan keputusan terkait risiko dan peluang keberlanjutan. Indonesia merespons tren ini dengan menerbitkan standar pengungkapan keberlanjutan yang selaras dengan IFRS Sustainability Disclosure Standards, yang akan mulai berlaku pada 2027. Namun, tantangan implementasi tidak hanya terletak pada pemahaman standar, melainkan pada aspek praktis seperti pengawasan dewan, integrasi risiko iklim dalam perencanaan keuangan, koordinasi lintas fungsi, serta keterbatasan kapasitas organisasi.

 

ISRF hadir untuk menjawab tantangan tersebut melalui pendekatan berbasis kolaborasi dan dialog terstruktur. Forum ini menghimpun berbagai pemangku kepentingan—mulai dari pemerintah, lembaga keuangan, perusahaan, hingga investor—untuk menyelaraskan ekspektasi dan mendorong solusi praktis. Fokusnya tidak hanya pada kepatuhan pelaporan, tetapi juga pada transformasi menyeluruh, termasuk integrasi keberlanjutan dalam strategi bisnis, penguatan tata kelola, peningkatan manajemen risiko, serta pengembangan sistem data dan pengukuran kinerja yang lebih baik.

 

Lebih dari sekadar inisiatif teknis, ISRF mencerminkan pergeseran peran organisasi profesi akuntansi. IAI tidak lagi hanya berfokus pada penyusunan standar, tetapi juga pada pembangunan ekosistem yang mendukung implementasi secara efektif. Dengan memfasilitasi pertukaran pengetahuan, penguatan kapasitas, dan kolaborasi lintas sektor, ISRF diharapkan dapat mempercepat kesiapan Indonesia dalam menghadapi tuntutan pelaporan keberlanjutan global sekaligus mendukung agenda Net Zero 2060.

 

Ke depan, peran akuntan dan profesional keuangan akan semakin strategis dalam menerjemahkan isu keberlanjutan ke dalam implikasi finansial, memperkuat sistem pengendalian internal, serta memastikan kualitas dan kredibilitas informasi yang disajikan. Melalui ISRF, Indonesia menunjukkan komitmen untuk tidak hanya memenuhi standar global, tetapi juga membangun fondasi yang kuat bagi transparansi, akuntabilitas, dan ketahanan ekonomi jangka panjang.

 

Referensi:

  • IAI. (2026, February 25). Launching ISRF: How Indonesia Is Strengthening Its Sustainability Reporting Ecosystem. https://web.iaiglobal.or.id/Berita-IAI/detail/launching_isrf_how_indonesia_is_strengthening_its_sustainability_reporting_ecosystem
Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.