Setelah memahami control Risiko dan Risiko penipuan pada siklus perolehan dan pembiayaan, auditor perlu memahami control yang dibuat oleh Perusahaan untuk mengatasi Risiko tersebut.

Auditor perlu memahami komponen yang ada pada perusahaan dan melihat kepada harga pasar saat ini dan menilai apakah memengaruhi nilai Perusahaan atau tidak.

Setelah itu, auditor perlu menilai akan sistem kontrol risiko yang dimiliki perusaahaan. Pada siklus ini biasanya auditor perlu melakukan cek:

  • Apakah semua pembelian sudah diotorisasi?

Hal ini untuk mencegah pembelian fiktif atau kerja sama curang antara pegawai lain dan vendor

  • Apakah persediaan sudah tepat waktu, akurat, dan lengkap?

Setiap kali perusahaan membeli bahan, menggunakan bahan untuk produksi, dan melakukan penjualan semua sudah dicatat dengan benar?

Hal ini untuk membuktikan dan menyamakan jumlah persediaan pada sistem sudah sesuai dengan kondisi di lapangan

  • Apakah setiap penerimaan barang, barang sudah di cek dan diuji kualitasnya?

Hal ini dilakukan untuk menghitung jumlahnya dan uji kualitas agar mencegah kesalahan, kecurangan, atau penerimaan barang yang tidak sesuai dengan standar. Untuk meminimalisir hal tersebut, pemeriksaan ini perlu dilakukan oleh orang yang berbeda dari yang melakukan pembelian

  • Apakah sistem perhitungannya akuntansinya sudah sesuai?

Jika terdapat kenaikan harga dan lainnya, maka perlu dilakukan penyesuaian terhadap biaya produksi. Maka perlu semua pencatatan terhadap produksi dan alokasi harus tepat

Referensi:

  • Johnstone-Zehms, K. (2018). Auditing: A Risk Based-Approach (11th ed.). Cengage Learning US. https://bookshelf.vitalsource.com/books/9781337670203