Asersi Audit pada Akun Persediaan (2/2)
- Valuation (Penilaian) -> Perusahaan mencatat sesuai dengan nilai wajarnya. Termasuk juga mempertimbangkan barang rusak atau usang.
Perlu dicatat bahwa penilaian pesediaan dicatat sebesar dengan nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan net realizeable value. Hal ini tercatat pada IAS 2. Maka, auditor perlu memastikan bahwa perusahaan sudah menetapkan aturan tersebut dengan benar dan tidak ada salah saji dalam laporan keuangannya.
- Presentation and Disclosure (Penyajian dan Pengungkapan) -> Persediaan telah diklasifikasan dengan benar dalam neraca dan diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
Maka dari itu auditor perlu melakukan pengecekan terhadap pengungkapan metode persediaannya, kebijakan akuntansinya, persediaan berdasarkan kategorinya, dan lainnya.
Hal-hal yang sering terjadi adalah ketika manajer perusahaan melakukan overstate pada ending inventorynya. Hal ini karena ending inventory berkaitan dengan COGS.
Terlampir contohnya
Jika Ending Inventory dibuat lebih banyak maka, COGS akan terlihat kecil dan Net Incomenya akan tinggi. Maka Auditor perlu dengan teliti melakukan asersi audit terhadap persediaan.
Referensi:
- Johnstone-Zehms, K. (2018). Auditing: A Risk Based-Approach (11th ed.). Cengage Learning US. https://bookshelf.vitalsource.com/books/9781337670203
- https://www.ifac.org/_flysystem/azure-private/publications/files/ISA-315-Full-Standard-and-Conforming-Amendments-2019-.pdf
- https://accountinguide.com/audit-inventory/
- https://iasplus.com/en/standards/ias/ias2
Comments :