Selangkah Lebih Maju: School of Accounting Meningkatkan Peluang Mahasiswa Untuk Berkarir di Singapore Melalui ISCA dan LSAF
Pada Hari Jumat 13 Maret 2026 merupakan salah satu hari bersejarah yang dilaksanakan oleh School of Accounting untuk melanjutkan kerjasama dengan adanya penambahan (Addendum) bersama London School of Accountancy and Finance yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi lulusan Akuntansi untuk dapat bersaing secara global dengan membangun prospek karir di Singapore melalui sertifikasi ISCA. School of Accounting BINUS berkesempatan mendapatkan 4 waiver dengan mengikuti 2 dari 6 ujian yang dapat ditempuh oleh mahasiswa School of Accounting sebelum mendapatkan gelar PBA yang membantu pemberian guarantee letter untuk mengikuti Interview di perusahaan rekanan ISCA di Singapore.
Selain adanya proses penandatanganan MoU bersama LSAF, acara dilanjutkan dengan kegiatan international webinar yang dibawakan oleh Mr Manish Gidwani (CEO LSAF) dan Bapak Budi (Former Director of IAPI) yang dimoderatori oleh Bapak Archie Nathanael Mulyawan dari BINUS. Topik terfokus pada pengembangan profesi Akuntan ditengah kemajuan Artificial Intelligence (AI) yang merupakan teknologi canggih dengan kapasitas dan kompetensi untuk berpikir layaknya manusia. AI tidak hanya terfokus pada otomatisasi di pengumpulan dan pengelolaan data, melainkan pengembangan sistem yang mempelajari pola, pengalaman, dan berpikir seperti manusia untuk memberikan rekomendasi dan membantu mengidentifikasi adanya potensi kecurangan atau anomaly yang perlu segera ditangani oleh perusahaan agar tidak menimbulkan kerugian bagi seluruh pemangku kepentingan. Hal tersebut sesuai dengan penelitian Maharani et al. (2025) yang terfokus pada adopsi teknologi digital pada sektor Audit Keuangan menjelaskan bahwa pemrosesan data berbasis digital membantu meningkatkan cara perusahaan dalam melakukan mitigasi risiko kecurangan, yang dengan demikian membantu memberantas potensi ataupun kejahatan tersembunyi dengan berbasis pada data.
Selain itu, dalam proses pencatatan Akuntansi dan Keuangan, perusahaan tidak perlu lagi melakukan rekonsiliasi bank dengan membandingkan secara manual, yang dengan demikian meningkatkan efisiensi dan efektivitas bagi pengelola bisnis untuk memanfaatkan waktu secara optimal untuk bergerak lebih jauh melalui proses pengambilan keputusan yang lebih komprehensif dengan padatnya kegiatan yang dapat dilakukan dengan bantuan teknologi, khususnya peranan dari Artificial Intelligence. Akuntan mengalami pergeseran pada profesi dengan fokus pada data analytics serta decision making yang membantu manajemen sumber daya untuk lebih baik dengan penggunaan biaya yang terjangkau dengan kualitas mutu yang handal, dimana sesuai dengan penelitian (Kroon et al., 2021).
Dengan menjalin kerjasama yang diperpanjang diharapkan selain mengembangkan kompetensi mahasiswa yang lebih unggul sesuai dengan standar global, School of Accounting dapat membangun kontribusi bagi masyarakat melalui kolaborasi bersama LSAF serta ISCA.
REFERENSI
- Kroon, N., Do Céu Alves, M., & Martins, I. (2021). The impacts of emerging technologies on accountants’ role and skills: Connecting to open innovation-a systematic literature review. Journal of Open Innovation: Technology, Market, and Complexity, 7(3). https://doi.org/10.3390/joitmc7030163
- Maharani, S. M., Gartiwa, K. Z., & Mulyawan, A. N. (2025). Enhancing fraud detection based on technology to improve auditor ’ s performance in greater Jakarta area. 9(7), 1166–1175. https://doi.org/10.55214/25768484.v9i7.8843

Comments :