Berkembangnya peradaban hingga mendorong transisi secara massif di dunia industri dengan penggunaan teknologi telah menghasilkan percepatan dalam mencapai tujuan strategi serta efisiensi operasional manajemen dengan lebih dari 80% (Kurniawan & Mulyawan, 2023). Kehadiran data analytics dan artificial intelligence semakin memperkaya dan memperkuat cakupan data yang dapat menjadi dasar pengambilan keputusan bagi kelangsungan bisnis, khususnya dalam mengidentifikasi informasi tersembunyi yang menjadi nilai tambah dalam menjaga arus transaksi serta keberadaan dari bisnis tersebut secara jangka panjang (Chen et al., 2024).
Namun, seiring dengan kemajuan teknologi yang semakin modern menimbulkan risiko yang perlu diwaspadai oleh para pengguna sistem ataupun pimpinan dalam mengambil keputusan saat mengadopsi teknologi, dimana menurut Sulistyowati & Nuraini (2025) kerentanan pada sistem disebabkan oleh berbagai hal yang menyebabkan besarnya potensi terjadinya ancaman siber, mulai dari hacking, phising, trojan horse, dan sebagainya. Hal tersebut juga diperkuat dengan peranan dari karyawan di perusahaan yang tidak berhati-hati dalam menggunakan jaringan sistem, yang dengan demikian mengundang hal-hal yang tidak diinginkan untuk terjadi.
Menurut Kurniawan & Mulyawan (2023), Auditor memiliki peranan penting untuk meningkatkan keamanan siber melalui proses investigasi audit yang dikolaborasikan bersama IT Auditor mengingat Asia menempati posisi terakhir sebagai benua yang mewaspadai terhadap kejahatan siber. Hal tersebut membutuhkan dorongan agar kewaspadaan dan kehati-hatian dapat tetap terjaga secara terintegritas melihat transaksi arus keuangan berjalan berbasis sistem. Maka, untuk meningkatkan pemahaman terhadap penggunaan teknologi serta membangun langkah mitigasi risiko terkait ancaman siber, Accounting BINUS pada Hari Kamis 15 Oktober 2026 berkesempatan untuk hadir pada acara Cybersecurity Resilient in Digital Finance yang diadakan oleh CPA Australia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Monash University dengan mengundang para praktisi industri, regulator, dan perwakilan universitas untuk bersama membahas mengenai laju pertumbuhan perekonomian negara yang diperkuat oleh keamanan sistem yang memadai untuk tetap menjaga kepercayaan masyarakat serta informasi keuangan yang valid.
Keamanan siber menjadi pokok pembahasan penting melihat maraknya tingkat kecurangan dan kejahatan yang telah terintegrasi dengan penggunaan teknologi. Beberapa framework dan analisis dapat diterapkan untuk memastikan kelangsungan sistem yang terjaga dengan baik melalui peranan regulasi dan aturan standar yang memadai serta kompetensi sumber daya yang diperkuat oleh tata kelola manajemen internal yang efektif seturut juga dengan (Maharani et al., 2025).
REFERENSI
- Chen, W., Wu, W., Ouyang, Z., Fu, Y., Li, M., & Huang, G. Q. (2024). Computers & Industrial Engineering Event-based data authenticity analytics for IoT and blockchain-enabled ESG disclosure. Computers & Industrial Engineering, 190(August 2023), 109992. https://doi.org/10.1016/j.cie.2024.109992
- Kurniawan, Y., & Mulyawan, A. N. (2023). The Role of External Auditors in Improving Cybersecurity of the Companies through Internal Control in Financial Reporting. Journal of System and Management Sciences, 13(1), 485–510. https://doi.org/10.33168/JSMS.2023.0126
- Maharani, S. M., Gartiwa, K. Z., & Mulyawan, A. N. (2025). Enhancing fraud detection based on technology to improve auditor ’ s performance in greater Jakarta area. 9(7), 1166–1175. https://doi.org/10.55214/25768484.v9i7.8843
- Sulistyowati, H., & Nuraini, D. (2025). Pengaruh Cyberloafing terhadap Kinerja Karyawan melalui Self Control Sebagai Variabel Moderasi pada PT Swadharma Sarana Informatika Surabaya. Jurnal Bintang Manajemen, 3(1), 43–53.


