Loading
Loading...
Menu BINUS

Financial Criminology in the Age of Artificial Intelligence

Dalam kegiatan CPA Days 2026 yang diselenggarakan di dalam kampus Binus Alam Sutra dari tanggal 8 hingga 10 Oktober 2026 telah diselengarakan beberapa kegiatan seminar. Salah saru seminar yang ada adalah dengan tema financial criminology dengan pemateri prof Normah Omar dari Malaysia dari Universiti Teknologi Mara, Malaysia. Dalam seminar tersebut dibahas  pergeseran besar dalam dunia kejahatan kerah putih (white-collar crimes). Dimana Jika dahulu kejahatan finansial berfokus pada individu mandiri, sementara kini di era kecerdasan buatan (AI), kejahatan telah bertransformasi menjadi ekosistem teknologi dan kerangka kerja yang sistemik. Adapun beberapa hal yang disampaikan oleh beliau dalam seminar tersebut adalah :

 

Gambar : Sesi Seminar Bersama Prof Normah Omar

Adanya Evolusi Teori Kejahatan: Dari Fraud Triangle ke AI-Fraud Diamond

​Merupakan Teori Klasik (Fraud Triangle oleh Dr. Donald Cressey) Dimana kecurangan  terjadi karena tiga elemen utama, yaitu adanya Pressure (Tekanan/Motivasi): Kebutuhan finansial pribadi atau stres.Serta juga Opportunity (Peluang): Merupakan satu kelemahan  sistem perusahaan yang memungkinkan pelaku akan beraksi tanpa ketahuan.

​Selain itu juga terdapat alasan lain yaitu Rationalization (Rasionalisasi), merupakan Pembenaran mental yang dilakukan pelaku. Sebagai contoh adalah pencurian uang kantor dianggap sebagai satu peminjaman kantor yang akan segera dikembalikan.

​Faktor lainnya yang juga berpotensi menjadi penyebab dari kecurangan adalah adanya Dinamika Kelompok (Group Collusion), Dimana Kejahatan juga bisa dilakukan secara berkelompok, di mana tekanan yang ada akan berubah menjadi ambisi Bersama atau juga tekanan yang muncul dari  rekan kerja (peer pressure) yang akan memberikan peluang terciptanya praktik  kolusi yang melumpuhkan kontrol internal, dan rasionalisasi berubah menjadi mentalitas kelompok (herd mentality) serta normalisasi kejahatan.

​Bagaimana cdengan perkembangan kecurangan saat ini seiring dengan bermunculannya konsep AI ? maka Teori di Era AI (AI-Fraud Diamond Theory juga Memperluas model tradisional dengan menambahkan elemen Technical Opacity (Kompleksitas AI). AI mengubah penipuan dari “serigala soliter” menjadi jaringan agen otomatis berskala industri.

​Tantangan Regulasi dan Solusi Teknologi Dalam Menghadapi Kecurangan berbasis AI

​Kesenjangan Regulasi (Regulation-Lag): Inovasi teknologi bergerak dengan kecepatan eksponensial, sementara kerangka hukum mengalami keterlambatan kronis dalam mengawasi alat-alat baru ini.adapun Tantangan & Hambatan yng terjadi adalah adanya Kesenjangan keamanan dan privasi akibat ekosistem digital yang kurang terregulasi, serta dilema inovator di mana sektor teknologi dipacu mengikuti standar kepatuhan negara maju. Pembuat kebijakan kini mulai beralih ke soft law atau pedoman non-mengikat (non-binding guidelines). D sisi lain juga terdapat sarana Teknologi AI untuk Deteksi Penipuan: Di sisi lain, AI juga digunakan untuk melawan kejahatan melalui teknologi Machine Learning (ML): Pembelajaran terawasi dan tidak terawasi  ( mheykal )

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.