Dalam era digital, perusahaan menghasilkan data dalam jumlah besar dari berbagai aktivitas bisnis, seperti transaksi penjualan, pembelian, pembayaran, jurnal akuntansi, data pelanggan, hingga aktivitas operasional. Namun, tidak semua informasi keuangan dapat diketahui secara langsung atau tersedia secara lengkap pada saat dibutuhkan. Dalam kondisi seperti ini, teknik estimating atau estimasi menjadi penting karena membantu akuntan memperkirakan nilai tertentu berdasarkan data historis, pola transaksi, asumsi bisnis, dan model analisis.
Estimating dalam big data adalah proses memperkirakan nilai atau kondisi tertentu dengan memanfaatkan kumpulan data yang besar dan kompleks. Dalam akuntansi, estimasi digunakan ketika suatu nilai tidak dapat diukur secara pasti, misalnya cadangan kerugian piutang, penyusutan aset tetap, nilai persediaan usang, provisi garansi, impairment aset, atau estimasi pendapatan dan biaya masa depan. Standar audit ISA 540 menjelaskan bahwa estimasi akuntansi memiliki unsur ketidakpastian dan membutuhkan pertimbangan profesional karena nilainya tidak selalu dapat diukur secara tepat.
Dalam praktik accounting, estimating sangat berguna untuk membantu perusahaan menyusun laporan keuangan yang lebih relevan. Misalnya, perusahaan memiliki ribuan pelanggan dengan riwayat pembayaran berbeda-beda. Melalui big data analytics, akuntan dapat menganalisis umur piutang, histori keterlambatan pembayaran, pola gagal bayar, dan kondisi pelanggan untuk memperkirakan cadangan kerugian piutang. Estimasi ini membantu perusahaan menyajikan nilai piutang yang lebih realistis dan tidak terlalu tinggi dibandingkan kemungkinan kas yang benar-benar dapat diterima.
Estimating juga dapat digunakan dalam perencanaan keuangan dan budgeting. Dengan memanfaatkan data historis penjualan, tren musiman, perubahan harga, biaya operasional, dan perilaku pelanggan, perusahaan dapat memperkirakan pendapatan, beban, serta arus kas di masa mendatang. Big data analytics mendukung proses ini karena mampu mengolah data berukuran besar untuk menemukan pola dan insight yang tidak mudah terlihat melalui analisis manual. Dalam Accounting Information Systems, big data disebut dapat meningkatkan predictive analytics, strategic planning, risk management, kualitas financial reporting, dan deteksi fraud.
Selain itu, estimating dalam big data juga dapat membantu akuntan dalam pengambilan keputusan manajerial. Contohnya, akuntan dapat memperkirakan biaya produksi berdasarkan data pembelian bahan baku, jam kerja mesin, tingkat kerusakan produk, dan biaya overhead. Estimasi tersebut dapat digunakan untuk menentukan harga jual, mengevaluasi efisiensi operasional, atau menyusun strategi penghematan biaya. Dalam konteks cost estimation, big data analytics membantu organisasi memperkirakan biaya, mengelola anggaran, menganalisis tren historis, serta mengoptimalkan alokasi sumber daya.
Namun, estimasi tetap memiliki risiko karena hasilnya bergantung pada kualitas data, asumsi, dan metode yang digunakan. Jika data historis tidak lengkap, bias, atau tidak relevan, maka hasil estimasi dapat menyesatkan. Karena itu, akuntan perlu melakukan validasi data, mendokumentasikan asumsi, membandingkan hasil estimasi dengan realisasi aktual, serta memperbarui model estimasi secara berkala. ISA 540 juga menekankan pentingnya auditor memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat mengenai apakah estimasi akuntansi dan pengungkapannya sudah wajar dalam konteks kerangka pelaporan keuangan yang berlaku.
Di era big data, kemampuan estimating menjadi keterampilan penting bagi akuntan modern. Profesi akuntansi tidak lagi hanya berfokus pada pencatatan transaksi, tetapi juga pada analisis, prediksi, evaluasi risiko, dan pemberian insight untuk keputusan bisnis. Penelitian mengenai big data dan profesi akuntansi menunjukkan bahwa akuntan masa kini perlu memiliki kemampuan data analytics, pemahaman model statistik, pengetahuan bisnis, kemampuan menguji kualitas data, serta kemampuan mengomunikasikan insight dari hasil analisis.
Kesimpulannya, estimating merupakan teknik penting dalam big data yang sangat relevan dengan dunia accounting. Dengan estimating, akuntan dapat memperkirakan nilai yang belum pasti, mendukung penyusunan laporan keuangan, memperkuat budgeting, meningkatkan forecasting, dan membantu manajemen mengambil keputusan berbasis data. Meskipun demikian, estimasi harus dilakukan secara hati-hati, transparan, dan didukung dokumentasi yang jelas agar hasilnya tetap dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan.
