Apa itu critical audit matters?

Jika seorang auditor menemukan sesuatu yang material selama audit atas financial statements suatu perusahaan yang sangat menantang, bersifat subjektif, atau kompleks, maka auditor diwajibkan untuk melaporkan hal tersebut kepada board of directors perusahaan (audit committee).

Hal tersebut disebut critical audit matter atau CAM.

Pembahasan mengenai hal ini mulai benar-benar diperhatikan sejak tahun 2020. Analisis Deloitte pada tahun tersebut terhadap public filings menunjukkan bahwa rata-rata terdapat 1,8 critical audit matters dalam auditor’s report untuk large accelerated filers dengan fiscal year yang berakhir pada atau setelah 30 Juni 2019. Critical audit matters yang paling sering diungkapkan berkaitan dengan:

· Goodwill dan intangible assets (35%)

· Revenue (19%)

· Income taxes (15%)

Samatha Ross, mantan special counsel di Securities and Exchange Commission, menyatakan: “Critical audit matters merupakan alat komunikasi yang sangat berharga, terutama pada masa gangguan dan ketidakpastian. Audit report yang baik seharusnya menjadi titik awal bagi investor yang ingin memahami area dalam audit yang membutuhkan pertimbangan paling besar serta apa yang dilakukan auditor untuk memastikan bahwa financial statements secara keseluruhan bebas dari material misstatement.”

Yang lebih penting lagi, para auditor juga mulai mendokumentasikan CAMs yang berkaitan dengan lease accounting! Sebelum membahas lebih jauh, mari kita definisikan terlebih dahulu aspek-aspek yang paling relevan.

Dampak lease terhadap CAMs

Untuk memahami mengapa hal ini sangat penting, mari kita definisikan terlebih dahulu istilah yang terkait: operating expenses.

Istilah ini mengacu pada semua biaya yang berkaitan dengan properti yang disewa selain rent. Biaya-biaya tersebut dapat mencakup taxes, insurance, utilities, repairs, maintenance, dan administrative expenses.

Sejak sekitar tahun 2018, auditor telah mendokumentasikan CAMs yang berkaitan dengan lease accounting. Area utama yang menjadi perhatian adalah asset impairment, fair market value, dan incremental borrowing rate.

Impairment: Perusahaan diwajibkan untuk melakukan pengujian asset groups terhadap impairment, dan lease right-of-use assets juga termasuk di dalamnya. Salah satu hal khusus dalam standar ASC 842 adalah bahwa pola depreciation dari operating lease ROU asset akan berubah setelah terjadi impairment.

Fair market value (FMV): FMV merupakan variabel penting yang diperlukan untuk pengujian finance lease dibandingkan dengan operating lease. FMV juga relevan untuk perhitungan impairment, ketika menentukan apakah suatu perjanjian memiliki favorable atau unfavorable terms dalam business combinations, serta dalam berbagai kasus lease accounting lainnya.

Incremental borrowing rate (IBR): Ini adalah interest rate yang harus dibayar oleh perusahaan jika meminjam dana dengan jaminan (collateralized basis) untuk jangka waktu yang serupa dengan jumlah yang setara dengan lease payments. Tingkat bunga ini digunakan untuk mendiskontokan lease payments dan menghitung present value dari lease liability dan ROU asset. Ketika rate implicit in the lease tidak tersedia secara jelas, maka IBR menjadi discount rate yang wajib digunakan oleh lessees.

Hal ini membuat perusahaan sangat perlu memiliki solusi lease accounting yang menyediakan automation untuk impairment remeasurement events, penentuan fair market value yang didukung oleh industry standard market research data, serta teknologi pencocokan IBR untuk memastikan bahwa tingkat bunga yang tepat selalu digunakan.

Transparansi dan proses audit

CAMs merupakan alat penting untuk memberikan transparency dalam proses audit. CAMs memberikan lebih banyak informasi bagi investor karena memungkinkan auditor menyertakan informasi tambahan yang dapat memengaruhi semua key stakeholders. Frekuensi munculnya CAMs juga sangat penting, karena jika jumlahnya terlalu sedikit, pihak luar akan sulit menilai apakah audit yang dilakukan benar-benar berkualitas tinggi.

Bayangkan seperti ketika Anda mendapatkan “audit medis” dari dokter saat checkup tahunan. Jika dokter hanya mengatakan bahwa Anda “terlihat cukup sehat!” tanpa penjelasan lebih lanjut, Anda tidak akan mengetahui jenis medication atau perubahan lifestyle apa yang perlu dilakukan agar tetap sehat. Anda bahkan tidak akan benar-benar tahu apakah Anda benar-benar “sehat” menurut standar Anda sendiri. Dengan cara yang sama, CAMs diperlukan untuk memberikan detail tambahan yang dibutuhkan oleh lessees dan lessors agar dapat memahami nilai sebenarnya dari leases yang mereka jalani.

Nilai dari CAMs

Pada bulan September lalu, Center for Audit Quality melakukan survei terhadap 100 institutional investors mengenai CAMs. Hasilnya menunjukkan bahwa 92% dari para

investor tersebut menggunakan CAMs ketika membuat keputusan investasi. Hal ini menjadi indikator yang cukup kuat mengenai pentingnya CAMs bagi seluruh stakeholders.

 

Referensi:

  • CPA 2025. https://www.cpapracticeadvisor.com/2025/09/03/what-lease-accounting-teams-should-know-about-critical-audit-matters/168379/