Setiap bagian dalam perusahaan memiliki tingkat kematangan manajemen risiko yang berbeda-beda. Misalnya, perusahaan sudah memiliki prosedur untuk mengenali risiko, tetapi belum memiliki budaya kerja yang mendorong karyawan untuk melaporkan risiko secara konsisten. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa peningkatan manajemen risiko tidak selalu harus dilakukan dengan cara yang sama pada setiap bagian. Salah satu pendekatan yang dapat membantu memahami kondisi tersebut adalah RM Simple Model.
Apa itu RM Simple Model:
RM Simple Model merupakan salah satu pendekatan untuk mengukur maturitas manajemen risiko. Pendekatan ini menekankan pencapaian tujuan pengelolaan risiko pada setiap area, bukan hanya berfokus pada tingkatan maturitas yang harus dicapai secara berurutan.
Pada model ini, setiap area manajemen risiko dapat memiliki tingkat kematangan yang berbeda sehingga perusahaan perlu memahami kebutuhan dan kondisi masing-masing area sebelum menentukan langkah perbaikan. Model ini membantu perusahaan melihat bagian mana yang sudah berjalan dengan baik dan bagian mana yang masih membutuhkan perhatian.
Bagaimana RM Simple Model Membantu Perusahaan?
1. Menentukan Prioritas Perbaikan
Perusahaan dapat mengidentifikasi aspek manajemen risiko yang masih lemah dan menentukan bagian yang perlu diperbaiki terlebih dahulu. Dengan begitu, upaya peningkatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.
2. Menyesuaikan Perbaikan dengan Kondisi Setiap Bagian
Tidak semua bagian perusahaan memiliki kebutuhan pengelolaan risiko yang sama. Bagian keuangan, misalnya, mungkin lebih berfokus pada risiko arus kas dan kecurangan, sedangkan bagian operasional lebih memperhatikan risiko gangguan proses kerja. Pendekatan ini membantu perusahaan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing bagian.
3. Mendukung Peningkatan Berkelanjutan
Pengukuran maturitas dapat menjadi dasar untuk menyusun rencana perbaikan. Perusahaan dapat menentukan tujuan yang ingin dicapai, melaksanakan perbaikan, kemudian mengevaluasi hasilnya secara berkala.
Contoh Penerapan RM Simple Model
Dalam sebuah perusahaan memiliki dua area yang perlu dievaluasi, yaitu proses identifikasi risiko dan budaya sadar risiko karyawan. Proses identifikasi risiko sudah
berjalan dengan baik karena perusahaan memiliki prosedur dan jadwal evaluasi yang jelas. Namun, karyawan masih jarang melaporkan potensi risiko yang mereka temukan.
Berdasarkan kondisi tersebut, perusahaan dapat mempertahankan proses identifikasi risiko yang sudah berjalan baik sambil memprioritaskan peningkatan kesadaran karyawan. Langkah yang dapat dilakukan antara lain memberikan pelatihan, memperjelas cara pelaporan risiko, dan mendorong komunikasi yang terbuka. Dengan demikian, perbaikan dapat difokuskan pada kebutuhan yang paling mendesak.
Referensi:
- https://djpb.kemenkeu.go.id/kanwil/sumsel/id/data-publikasi/lainnya/artikel/3092-manajemen-risiko-sebagai-usaha-peningkatan-kinerja.html
- https://birokratmenulis.org/mengukur-keberhasilan-manajemen-risiko-di-organisasi-maturitas-atau-efektivitas/
- https://www.neliti.com/id/publications/488087/identifikasi-tingkat-kematangan-risiko-di-badan-usaha-milik-negara-studi-kasus-p
