Loading
Loading...
Menu BINUS

Variance Analysis dalam Akuntansi

Variance analysis adalah proses membandingkan angka yang direncanakan atau dianggarkan dengan hasil aktual untuk mengetahui besarnya perbedaan dan penyebabnya. Analisis ini sering digunakan dalam akuntansi manajemen untuk mengevaluasi kinerja perusahaan, mengendalikan biaya, dan membantu manajemen mengambil keputusan.

Variance analysis dapat diterapkan pada berbagai komponen keuangan, seperti biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya overhead, dan pendapatan penjualan. Dalam akuntansi biaya, analisis varians bahan baku dan tenaga kerja dibagi menjadi beberapa jenis.

1. Material price variance atau varians harga bahan baku digunakan untuk mengetahui dampak perbedaan harga pembelian aktual dengan harga standar.

2. Material quantity variance atau varians kuantitas bahan baku digunakan untuk mengetahui dampak perbedaan jumlah bahan baku yang digunakan dengan jumlah standar.

3. Labor rate variance untuk menganalisis perbedaan tarif tenaga kerja aktual dengan tarif standar.

4. Labor efficiency variance untuk menganalisis perbedaan jam kerja aktual dengan jam kerja standar.

Rumus dan Contoh Perhitungan Variance Analysis

Misalnya sebuah perusahaan menetapkan harga standar bahan baku sebesar Rp15.000 per kilogram. Dalam satu periode, perusahaan membeli dan menggunakan 100 kilogram bahan baku dengan harga aktual Rp16.000 per kilogram. Sementara itu, jumlah bahan baku standar yang seharusnya digunakan untuk tingkat produksi tersebut adalah 90 kilogram.

1. Varians Harga Bahan Baku (Material Price Variance)

Varians Harga = (Harga Aktual − Harga Standar) × Kuantitas Aktual

Perhitungan:

= (Rp16.000 − Rp15.000) × 100 kg

= Rp100.000

Hasil positif sebesar Rp100.000 menunjukkan varians yang tidak menguntungkan (unfavorable), karena perusahaan membayar bahan baku lebih mahal daripada harga standar.

2. Varians Kuantitas Bahan Baku (Material Quantity Variance)

Varians Kuantitas = (Kuantitas Aktual − Kuantitas Standar) × Harga Standar

Perhitungan:

= (100 kg − 90 kg) × Rp15.000

= Rp150.000

Hasil positif sebesar Rp150.000 menunjukkan varians yang tidak menguntungkan karena perusahaan menggunakan bahan baku lebih banyak daripada standar yang ditetapkan.

Dari kedua perhitungan tersebut, perusahaan dapat melihat bahwa selisih biaya tidak hanya disebabkan oleh kenaikan harga bahan baku, tetapi juga oleh penggunaan bahan baku yang melebihi standar. Meski demikian, perusahaan tetap perlu menyelidiki penyebabnya sebelum menentukan tindakan perbaikan.

Variance analysis membantu perusahaan mengetahui apakah kegiatan operasional sudah berjalan sesuai rencana. Jika ditemukan varians yang tidak menguntungkan, manajemen dapat mengevaluasi penyebabnya, misalnya kenaikan harga dari pemasok, pemborosan bahan baku, atau proses produksi yang kurang efisien.

Sebaliknya, varians yang menguntungkan juga perlu dievaluasi untuk memastikan bahwa penghematan benar-benar menunjukkan efisiensi, bukan disebabkan oleh penurunan kualitas produk atau faktor lain yang merugikan perusahaan dalam jangka panjang.

Referensi:

  • Andini, Y., & Andini, Y. (2026, May 26). Apa Itu Variance Analysis? Panduan Lengkap untuk Memahami Konsep dan Penerapannya. Mekari Jurnal. https://www.jurnal.id/id/blog/apa-itu-variance-analysis/
Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.