Pasar obligasi berlabel keberlanjutan mengalami lonjakan eksponensial dalam dekade terakhir, dengan total penerbitan global yang kini telah melampaui angka USD 5 triliun menurut data Climate Bonds Initiative. Pertumbuhan yang masif ini membawa angin segar bagi agenda dekarbonisasi, namun di sisi lain memicu perdebatan krusial di kalangan investor dan emiten mengenai efektivitas instrumen yang digunakan. Dua instrumen yang paling sering diperbandingkan adalah green bonds dan sustainability-linked bonds (SLB). Pertanyaan mendasar yang kemudian muncul adalah instrumen mana yang sebenarnya memiliki kredibilitas lebih tinggi dalam menghasilkan dampak nyata bagi perbaikan lingkungan hidup?
Untuk memahami peta persaingannya, penting untuk melihat perbedaan filosofis dari kedua instrumen tersebut. Green bonds beroperasi dengan model use of proceeds, di mana dana yang dihimpun wajib dialokasikan secara spesifik untuk membiayai proyek-proyek ramah lingkungan, seperti infrastruktur energi terbarukan atau transportasi bersih. Sebaliknya, SLB menawarkan pendekatan yang lebih fleksibel karena dananya dapat digunakan untuk operasional umum perusahaan. Sebagai gantinya, karakteristik finansial SLB dikaitkan langsung dengan pencapaian target kinerja keberlanjutan (Sustainability Performance Targets). Jika emiten gagal memenuhi indikator kinerja utama (KPI) yang disepakati seperti target reduksi emisi gas rumah kaca mereka akan dikenakan penalti finansial, yang umumnya berupa kenaikan tingkat kupon (coupon step-up) sebesar 25 basis poin.
Kendati menawarkan solusi hijau, kedua instrumen ini tidak luput dari risiko greenwashing, meski bersumber dari celah yang berbeda. Pada green bonds, risiko muncul akibat longgarnya kriteria definisi proyek “hijau” di sejumlah pasar berkembang, serta fakta bahwa label ini hanya melekat pada proyek spesifik tanpa menjamin transformasi berkelanjutan pada korporasi secara menyeluruh. Di sisi lain, SLB menghadapi kritik yang jauh lebih tajam. Fleksibilitas SLB yang mengizinkan emiten merumuskan strategi dan target ESG mereka sendiri sering kali membuka celah manipulasi. Akibatnya, target yang ditetapkan cenderung kurang ambisius atau tidak material terhadap perbaikan iklim. Keraguan pasar ini tecermin dari analisis AllianceBernstein, yang menunjukkan bahwa green bonds masih menikmati greenium(premi hijau) rata-rata sebesar 1,5 basis poin, sementara SLB justru mencatat diskon rata-rata sebesar -2 basis poin.
Pada akhirnya, kredibilitas sebuah instrumen keuangan tidak ditentukan oleh label yang tertera pada sampul obligasi, melainkan oleh komitmen tata kelola dan transparansi penerapannya. Pedoman sukarela yang diterbitkan oleh International Capital Market Association (ICMA), seperti Green Bond Principles dan Sustainability-Linked Bond Principles, menegaskan bahwa target kinerja yang ditetapkan emiten haruslah ambisius, melampaui jalur bisnis konvensional (business-as-usual), dan terukur secara objektif. Tren investasi saat ini kian bergeser ke arah akuntabilitas yang ketat. Sementara green bonds memberikan kepastian alokasi dana pada proyek riil, SLB menawarkan mekanisme penalti yang memaksa emiten menanggung konsekuensi finansial jika ingkar janji. Oleh sebab itu, instrumen yang dinilai paling kredibel bagi investor adalah instrumen yang mampu menempatkan emiten pada risiko finansial yang signifikan,
sehingga dapat mendorong perubahan perilaku korporasi secara fundamental, bukan sekadar menjadi alat pemanis reputasi belaka.
Refrence :
- AllianceBernstein. (2025). Sustainability-linked bonds: The good, the bad and the ugly. https://www.alliancebernstein.com/corporate/en/insights/investment-insights/sustainability-linked-bonds-the-good-the-bad-and-the-ugly.html
- International Capital Market Association. (2024). Sustainability-Linked Bond Principles (SLBP). https://www.icmagroup.org/sustainable-finance/the-principles-guidelines-and-handbooks/sustainability-linked-bond-principles-slbp/
- Net Zero Investor. (2024). Green bonds versus SLBs: Which structure is making the most impact? https://www.netzeroinvestor.net/news-and-views/green-bonds-versus-slbs-which-structure-is-making-the-most-impact
- PIMCO. (n.d.). Understanding green, social and sustainability bonds. https://www.pimco.com/gbl/en/resources/education/understanding-green-social-and-sustainability-bonds
- World Economic Forum. (2022). What are sustainability linked bonds and how can they support the net-zero transition? https://www.weforum.org/stories/2022/11/cop27-sustainability-linked-bonds-net-zero-transition/
