Loading
Loading...
Menu BINUS

Blockchain dan Audit: Revolusi atau Sekadar Hype?

Sejak kemunculan teknologi buku besar terdistribusi (distributed ledger), wacana mengenai masa depan akuntansi dan audit terus diwarnai oleh narasi transformatif. Blockchain kerap diproyeksikan sebagai instrumen mutakhir yang mampu meredefinisi tata kelola keuangan global melalui karakteristik utamanya: transparansi tinggi, kekekalan data (immutability), dan otomatisasi verifikasi. Janji akan hilangnya celah manipulasi laporan keuangan tentu menjadi angin segar bagi industri. Kendati demikian, setelah lebih dari satu dekade berkembang, industri kini dihadapkan pada pertanyaan yang lebih pragmatis; apakah blockchain benar-benar telah membawa revolusi yang substansial, atau justru baru sebatas ekspektasi teoretis yang belum sepenuhnya membumi?

Pihak yang optimistis memandang blockchain sebagai solusi jitu atas keterbatasan laten sistem akuntansi konvensional. Melalui integrasi dengan kecerdasan buatan (AI), teknologi ini diyakini mampu menciptakan ekosistem pencatatan dan validasi data yang jauh lebih kokoh. Studi fundamental oleh Dai dan Vasarhelyi (2017) menjadi salah satu fondasi teoretis awal yang menguraikan bagaimana blockchain dapat mengotomatisasi fungsi penjaminan (assurance). Di lapangan, persepsi para praktisi pun cenderung menyambut baik inovasi ini. Sejumlah survei mengindikasikan bahwa para auditor melihat potensi besar blockchain dalam memangkas waktu kerja, memperkuat akuntabilitas, serta memitigasi risiko fraud secara signifikan melalui sistem deteksi dini yang lebih cerdas.

Namun, antusiasme tersebut kerap kali berbenturan dengan realitas empiris di lapangan. Studi terbaru oleh Oladejo et al. (2024) mengonfirmasi adanya kesenjangan yang lebar antara hipotesis akademis dan implementasi praktis, sekaligus menegaskan bahwa sebagian besar literatur yang ada selama ini masih bersifat spekulatif. Hambatan utama adopsi ini bersifat struktural, mulai dari minimnya pemahaman konsep serta infrastruktur blockchain di kalangan akademisi, hingga terjadinya celah pengetahuan (knowledge gap) antara pengembang teknologi dan praktisi akuntansi. Tinjauan sistematis terhadap berbagai studi juga menunjukkan bahwa tantangan seputar tata kelola, kepatuhan regulasi, keamanan siber, dan kompleksitas integrasi sistem lama (legacy systems) masih menjadi batu sandungan nyata yang belum terpecahkan.

Melihat dinamika tersebut, sudut pandang yang paling rasional adalah memposisikan blockchain bukan sebagai pengganti total, melainkan sebagai mitra pelengkap kerja auditor. Penerapan model hibrida yang mengombinasikan kekuatan blockchain dengan metode audit tradisional dipandang sebagai jembatan transisi yang paling realistis untuk meminimalkan resistensi organisasi. Di masa depan, profesi auditor tidak akan punah, melainkan berevolusi. Peran mereka akan bergeser dari pekerjaan repetitif, seperti verifikasi transaksi manual, menjadi evaluator analitis yang mengandalkan penilaian profesional (professional judgment) terhadap sistem-sistem yang telah terotomatisasi.

Pada akhirnya, kesimpulan mengenai apakah blockchain merupakan sebuah revolusi atau sekadar tren sesaat (hype) sangat bergantung pada jangka waktu yang digunakan. Secara konseptual, potensi disrupsi teknologi ini pada dunia audit memang tidak terbantahkan, tetapi secara praktis, kematangannya masih membutuhkan waktu untuk mengejar ekspektasi publik. Kunci utama bagi profesi akuntansi saat ini bukanlah terjebak dalam euforia teknologi yang

berlebihan atau justru bersikap antipati, melainkan membangun literasi digital secara konsisten agar siap memimpin perubahan ketika ekosistem teknologi ini telah sepenuhnya matang dan teregulasi.

Refrence :

  • Dai, J., & Vasarhelyi, M. A. (2017). Toward blockchain-based accounting and assurance. Journal of Information Systems, 31(3), 5–21.
  • Elshqirat, M. K. (2023). The impact of blockchain technology on accounting and auditing. ISACA Journal, 2. https://www.isaca.org/resources/isaca-journal/issues/2023/volume-2/the-impact-of-blockchain-technology-on-accounting-and-auditing
  • Oladejo, M. O., et al. (2024). Blockchain technology disruptions: Exploring accounting and auditing academics and practitioners’ perception. Accounting & Finance. https://doi.org/10.1111/acfi.13383
  • Prasad, K. D., Mubeen, S. A., & Rajani, B. (2025). The impact of blockchain technology on audit quality: An empirical study. Academy of Accounting and Financial Studies Journal, 29(S2), 1–7.
Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.