Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas mengenai Financial Risk Management dan berbagai tantangan serta peluang yang dihadapi perusahaan. Selanjutnya kita akan membahas cara pengukuran financial risk yang merupakan salah satu bagian penting dalam proses risk management.
Apa Itu Pengukuran Financial Risk?
Pengukuran financial risk adalah proses untuk mengetahui kemungkinan terjadinya kerugian serta seberapa besar dampaknya terhadap kondisi keuangan perusahaan. Dengan melakukan pengukuran, perusahaan dapat menentukan risiko mana yang perlu mendapatkan perhatian lebih dan mengambil tindakan yang sesuai.
Secara umum, financial risk dapat dinilai dan diprioritaskan menggunakan rumus berikut:
P x I = E
· P = Probabilitas terjadinya peristiwa risiko
· I = Dampak dari terjadinya peristiwa risiko
· E = Kerugian yang diharapkan dari Risiko
Sebagai contoh, jika terdapat kemungkinan 10% akan terjadi kerugian sebesar $500.000, maka kerugian yang diharapkan dari peristiwa risiko tersebut adalah 10% x $500.000 = $50.000.
Sementara itu, terdapat beberapa cara yang dapat digunakan perusahaan untuk mengukur financial risk, di antaranya:
1. Value at Risk (VaR)
Value at Risk (VaR) digunakan untuk memperkirakan potensi kerugian investasi dalam jangka waktu dan tingkat keyakinan tertentu. Metode ini banyak digunakan untuk mengukur risiko pasar, terutama pada perusahaan atau institusi yang memiliki aktivitas investasi.
2. Analisis Rasio Keuangan
Perusahaan dapat menggunakan rasio keuangan untuk melihat kondisi dan kemampuan perusahaan dalam menghadapi risiko. Contohnya dengan menggunakan Debt to Equity Ratio (DER) untuk melihat tingkat utang dibandingkan dengan modal perusahaan dan Current Ratio untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek.
3. Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas digunakan untuk melihat bagaimana perubahan suatu faktor dapat memengaruhi kondisi keuangan perusahaan. Misalnya, perusahaan ingin mengetahui dampak kenaikan suku bunga terhadap biaya pinjaman atau dampak perubahan nilai tukar terhadap laba perusahaan.
4. Scenario Analysis
Melalui scenario analysis, perusahaan dapat memperkirakan perubahan nilai bisnis atau arus kas, terutama ketika ada potensi peristiwa yang menguntungkan dan tidak menguntungkan yang dapat berdampak pada perusahaan.
Kesimpulan:
Pengukuran financial risk membantu perusahaan mengetahui kemungkinan dan dampak kerugian yang dapat terjadi. Dengan menggunakan berbagai metode seperti Value at Risk (VaR), analisis rasio keuangan, analisis sensitivitas, dan scenario analysis, perusahaan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat, mengurangi potensi kerugian, dan menjaga kestabilan keuangan untuk mendukung pencapaian tujuan perusahaan.
Referensi:
- https://corporatefinanceinstitute.com/resources/career-map/sell-side/risk-management/financial-risk-management-process/
- https://www.indonesiare.co.id/id/article/value-at-risk-var-pengenalan-singkat
- https://accurate.id/akuntansi/pengertian-analisis-rasio-keuangan/
- https://corporatefinanceinstitute.com/resources/financial-modeling/what-is-sensitivity-analysis/
- https://corporatefinanceinstitute.com/resources/financial-modeling/scenario-analysis/
