Loading
Loading...
Menu BINUS

Apa itu WIP Beginning?

Dalam proses produksi, tidak semua barang yang mulai diproduksi dapat langsung menjadi produk jadi dalam satu periode. Sebagian barang masih berada dalam proses pengerjaan pada saat periode akuntansi berakhir. Persediaan yang masih dalam tahap produksi tersebut dikenal sebagai Work in Process (WIP) atau barang dalam proses.

Dalam perhitungan biaya produksi, terdapat istilah WIP Beginning dan WIP Ending. Keduanya digunakan untuk melihat perubahan nilai persediaan barang dalam proses selama suatu periode. Lalu, apa yang dimaksud dengan WIP Beginning dan bagaimana perannya dalam perhitungan biaya produksi?

WIP Beginning (Beginning Work in Process) adalah nilai persediaan barang dalam proses yang dimiliki perusahaan pada awal periode akuntansi. Barang tersebut sudah mulai masuk ke dalam proses produksi pada periode sebelumnya, tetapi belum selesai sehingga masih memiliki nilai sebagai persediaan pada awal periode berikutnya.

Dengan kata lain, WIP Beginning merupakan barang dalam proses yang dibawa dari periode sebelumnya ke periode berjalan. Nilai WIP Beginning pada suatu periode sama dengan nilai WIP Ending pada periode sebelumnya. Untuk mudah memahami WIP Beginning, persediaan dalam perusahaan manufaktur dilihat melalui tiga tahapan utama, yaitu raw materials, work in process, dan finished goods.

Raw materials merupakan bahan baku yang belum masuk atau belum selesai diproses. Setelah masuk ke dalam proses produksi, bahan tersebut menjadi WIP. Pada tahap ini, produk sudah mengalami proses pengerjaan, tetapi belum sepenuhnya selesai dan belum siap dijual. Setelah seluruh proses produksi selesai, WIP akan menjadi finished goods atau barang jadi.

WIP Beginning berada pada tahap awal periode produksi. Nilai ini menunjukkan adanya pekerjaan produksi dari periode sebelumnya yang masih harus dilanjutkan pada periode berjalan. WIP Beginning menjadi salah satu komponen dalam menghitung WIP Ending dan Cost of Goods Manufactured (COGM). Secara umum, perhitungan WIP dapat menggunakan rumus:

WIP Ending = WIP Beginning + Biaya Produksi – Cost of Goods Manufactured

Biaya produksi dapat mencakup biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan manufacturing overhead yang digunakan dalam proses produksi.

Contoh:

Sebuah perusahaan memiliki WIP Beginning sebesar Rp50 juta. Selama periode berjalan, perusahaan mengeluarkan biaya produksi sebesar Rp150 juta. Jika Cost of Goods Manufactured selama periode tersebut sebesar Rp170 juta, maka perhitungannya sebagai berikut:

WIP Ending = Rp50 juta + Rp150 juta – Rp170 juta

WIP Ending = Rp30 juta

Jadi, pada akhir periode masih terdapat persediaan barang dalam proses sebesar Rp30 juta. Nilai Rp30 juta tersebut kemudian akan menjadi WIP Beginning pada periode berikutnya.

WIP Beginning ini penting karena menunjukkan adanya biaya produksi dari periode sebelumnya yang masih melekat pada barang yang belum selesai. Jika nilai WIP tidak diperhitungkan dengan benar, perhitungan biaya produksi dan nilai persediaan dapat menjadi tidak akurat.

Selain itu, perubahan nilai WIP juga dapat memberikan gambaran mengenai kondisi proses produksi. Nilai WIP yang terlalu tinggi dapat menjadi indikasi bahwa barang membutuhkan waktu lebih lama untuk diselesaikan atau terdapat hambatan dalam proses produksi. Namun, nilai WIP tidak dapat langsung dianggap sebagai masalah karena kebutuhan WIP dapat berbeda tergantung karakteristik dan jenis industri. WIP Beginning tidak hanya berkaitan dengan pencatatan akuntansi, tetapi juga dapat digunakan untuk memahami bagaimana persediaan bergerak dari satu periode ke periode berikutnya.

Referensi:

  • Prep, W. S. (2024, September 12). Work in progress (WIP). Wall Street Prep. https://www.wallstreetprep.com/knowledge/wip-work-in-progress/
  • Ismail, I. (2025, August 11). Work In Process: Pengertian, Fungsi, Rumus dan Cara Hitungnya. Accurate Indonesia. https://accurate.id/akuntansi/work-in-process/
Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.