Ilmu Akuntansi, terutama yang berkaitan dengan keperilakuan pada dasarnya merupakan ilmu yang bertumpu pada fondasi teoritis yang kuat. Ini cukup menarik karena akuntasi sebagai ilmu yang secara tradisional dianggap sebagai disiplin ilmu yang murni secara teknis kini juga bisa diakui sebagai satu ilmu praktik sosial yang dibentuk dengan perilaku dari manusia. Hal ini semua bisa dilihat dan diperhatikan dari teori behaviorisme atau teori keperilakuan. Berikut adalah berbagi teori yang dapat dikategorikan sebagai teori yang ada kaitannya dengan keperilakuan di dalam Akuntansi. Teori ini sendiri merupakan satu teori psikologi yang dalam fungsinya mempelajari perilaku manusia yang terlihat dan Dimana teori ini juga tidak membahas keadaan internal dari manusia. Secara umum dalam teori ini dikatakan bahwa apa yang dilakukan oleh manusia itu dibentuk dan juga dipelajari serta juga dimodifikasi melalui proses penguatan, pengulangan dan juga pengondisian. Beriku adalah beberapa teori yang menjadi bagian dari landasan psikologis teori behaviorisme :
- Teori Classical Conditioning :
Biasa disebut juga dengan teori pengondisian klasik dan dicetuskan pertama kali oleh Ivan Pavlov di tahun 1927. Dalam teori ini dijelaskan tentang bagaimana pihak individu belajar serta juga bisa mengasosiasikan stimulus yang bersifat netral dengan adanya respon tertentu setelah melalui pengulangan yang bersifat asosiatif. Untuk membuat teori ini Pavlov melakukan percobaan dengan menggunakan anjing yang sudah mengenal bel jam makan, sehingga mereka semua rata-rata meneteskan air liur Ketika mendengar bunyi bel, karena bunyi bel diasosiasikan sebagai bunyi jam makan yang sudah menjadi asosiasi dari para anjing tersebut.
Berkaitan dengan Akuntansi maka teori ini dapat membantu untuk bisa memberikan penjelasan mengapa dari pihak akuntan dan juga manajer juga sering kali memiliki satu respons yang otomatis Ketika dihadapkan pada satu kondisi tertentu. Sebagai conth adalah yang dihadapi oleh para karyawan di bagian Akuntansi Dimana hal ini biasa dilakukan di akhir kuartal, semester ataupun tahun Dimana di dalam waktu-waktu tersebut kondisinya selalu dipenuhi dengan stress dan juga lembur dalam melakukan tutup buku. Dengan cara yang sama pihak akuntan secara terus menerus dipaparkan pada berbagai kegiatan pelatihan tentang kepatuhan yang ketat akan dikondisikan secara otomatis untuk bisa mengikuti pelaporan dengan tidak mempertanyakannya lagi.
- Teori Operant Conditioning
Merupakan teori yang dikembangkan oleh BF Skinner di tahun 1938 dimana teori Ini berguna untuk memperkaya teori perilaku dengan menekankan terdapat beberapa faktor yang bisa membentuk perilaku dimana konsekuensi juga perlu diperhatikan. Dalam konsep teori operant conditioning dikatakan bahwa pihak individu belajar dari dampak hasil tindakan yang dilakukannya. Ketika adanya perilaku tertentu yang dilakukan kemudian lalu diikuti dengan satu perilaku yang positf, seperti adanya penghargaan ataupun pengakuan maka dapat diperkirakan orang akan megulangi Kembali perilaku tersbut di masa yang aka datang.
Hal yang sebaliknya akan terjadi bila satu Tindakan justru diikuti dengan hukuman dan atau juga tidak adanya penghargaan akan membuat kemungkinan terulangnya perilaku tersebut menjadi kecil dan tidak akan terjadi lagi. Salah satu contoh yang bisa menjadi implementasi dari kasus ini adalah adanya bonus kinerja yang dikaitkan dengan pencapaian target anggaran akan dapat memotivasi manajer untuk dapat melakukan alokasi sumber daya yang ada secara efisien dan juga berusaha untuk bekerja keras dalam rangka meningkatkan kinerja finansial mereka. Dari sini juga dapat dilihat bahwa operant conditioning juga bisa memberikan peran yang penting = dalam rangka menekan terjadinya perilaku yang tidak diinginkan melalui berbagai konsekuensi yang juga negatif.
- Teori Social Kognitif.
Merupakan teori yang diperkenalkan oleh Albert Bandura di tahun 1986, Dimana dalam teori ini sudah ditinggalkan konsep yang sederhana dari perilaku terutama berkaitan dengan stimulus dan juga respons. Terdapat hal lain yang juga ditambahkan oleh Bandura yaitu adanya peranan dalam proses kognitif dan juga interaksi sosial dalam rangka proses pembelajaran yang dilakukan oleh manusia. Secara lebih jauh lagi Bandura juga menyatakan bahwa perilaku manusia pada dasarnya akan terbentuk dari interaksi yang bersifat imbal balik antara perilaku individu, pengaruh lingkungan, dan juga pola dari perilaku.
Bagaimana teori social kognitif ini dalam dunia Akuntansi ? Dalam dunia Akuntansi teori ini secara umum membantu untuk bisa menjelaskan bagaimana perilaku professional akan bisa berkembang melalui proses observasi dan juga interaksi sosial di dalam kegiatan organisasi. Dalam dunia Akuntansi para akuntan professional biasanya juga belajar cara untuk menginterpretasikan standar dan juga menjalankan penilaian yang ada secara professional serta juga melakukan pengamatan yang mereka lakukan terhadap para kolega yang lebih jauh berpengalaman. Dalam teori ini juga dibantu dijelaskan tentang bagaimana perilaku yang etis dan atau tidak etis dapat menyebar secara luas dalam organisasi melalui contoh yang dapat ditiru.
Selain teori yang berkaitan dengan perilaku, juga terdapat teori lain yang ada kaitannya dengan perilaku yaitu teori motivasi. Berikut adalah beberapa teori yang ada kaitannya dengan motivasi :
- Teori Expectancy
Merupakan teori yang diperkenalkan oleh Victor Vroom di tahun 1964 yang memberikan penjelasan bahwa motivasi merupakan fungsi dari harapan yang ada pada setiap individu tentang adanya hubungan antara kegiatan yang dia lakukan dengan output yang diperoleh dari kegiatan tersebut. Berdasarkan dari teori ini dikatakan bahwa individu akan semakin termotivasi untuk semakin banyak berusaha bila mereka mendapatkan keyakina bahwa usaha tersebut akan berdampak pada peningkatan kinerja yang mereka lakukan. Dengan begitu bisa dikatakan bahwa motivasi dari individu dapat muncul Ketika mereka dapat merasakan adanya kaitannya yang jelas antara Tindakan yang mereka lakukan dengan hasil yang sesuai denga harapan mereka.
Teori expectancy secara umum dapat dilihat dari kemampuannya untuk dapat menjelaskan bagaimana struktur insentif akan dapat mempengaruhi dari perilaku professional seseorang.
- Teori Equity
Biasa dikatakan juga dengan teori keadilan, yang mana teori ini berfokus pada persepsi dari individu tentang adanya keadilan yang didapatkan di tempat kerja. Teori ini juga dikembangkan oleh John Stacey Adams di tahun 1963. Dalam teori ini pihak karyawan secara umum mengevaluasi keseimbangan antara input yang mereka kontribusikan kepada organisasi, usaha, dan juga keahlian pengalaman serta waktu dan output yang mereka terima. Ketika individu menganggap bahwa rasio input output mereka akan cukup adil jika dibandingkan dengan rasio dari rekan kerja mereka, maka mereka akan merasakan keadilan.
Dalam teori equity ketika pihak individu menganggap bahwa rasio dari output dan input dari mereka akan cukup adil jika dibandingkan dengan rasio dari rekan kerja mereka, mereka akan merasakan keadilan. Sebaliknya jika terjadi ketidakadilan atau inequity maka bisa menyebabkan rasa yang tidak puas serta juga berdampak pada perubahan perilaku dari pihak karyawan.
Bagaimana kemudian teori ini dapat dimasukkan dan dikategorikan sebagai bagian dari teori yang ada kaitannya dengan perilaku di dalam Akuntansi ? Dalam konteks ini terdapat persepsi atas keadilan yang juga bisa mempengaruhi motivasi dari para karyawan dalam bekerja secara signifikan. Sebagai contoh misalkan adalah para akuntan yang bisa membandingkan kompensasi yang mereka terima atas beban kerja yang mereka laksanakan dengan rekan mereka yang juga menjalankan tugas-tugas yang serupa dengan yang mereka laksanakan.Jika para akuntan tersebut merasakan bahwa usaha yang mereka lakukan lebih besar daripada dengan apa yang mereka terima maka mereka tentunya akan merasakan dengan jelas bahwa usaha mereka tidak dihargai. Hal ini bisa membuat terjadinya persepsi ketidakadilan yang berdampak pada munculnya perilaku yang bersifat disfungsional.
Referensi :
- The Human Side Of Accounting, Lastiati, Anies, 2026
