Loading
Loading...
Menu BINUS

Overstatement Asset: Manipulasi yang Membuat Perusahaan Terlihat Lebih Sehat

Dalam kasus finansial fraud yang banyak terjadi, tidak jarang ditemukan kecurangan yang dilakukan oleh internal itu sendiri, salah satu kecurangan yang sering ditemukan yaitu terkait dengan overstatement of asset.

Overstatement of Asset merupakan kondisi dalam akuntasi dimana nilai aset dalam laporan keuangan dicatat lebih tinggi dari nilai sebenarnya. Hal inilah yang membuat posisi keuangan atau kekayaan dari perusahaan terlihat jauh lebih sehat dari kenyataan yang ada.

Perusahaan sering melakukan hal ini cenderung karena ingin ”mendapat pengakuan” dengan menunjukkan kondisi keuangan yang lebih sehat, meningkatkan total aset, meningkatkan equity, menarik minat investor, hingga tuntutan untuk memenuhi target dari manajemen.

Bukan tanpa sebab kecurangan dari overstatement asset dapat terjadi. Membahas kembali yaitu teori fraud tringel. Dimana kecurangan dipengaruhi oleh 3 faktor yang paling utama:

1. Tekanan, dimana ketika seseorang dihadapi oleh tekanan untuk memenuhi target tertentu.

2. Kesempatan, sering terjadi ketika kondisi internal kontrol yang lemah.

3. Rasionalisasi, merasionalkan bahwa tindakan yang dilakukan hanya sementara.

Overstatement Asset sering terjadi dalam bentuk:

1. Manipulasi utang dengan mencatat piutang fiktif atau tidak menghapus piutang tak tertagih agar aset lancar terlihat tinggi.

2. Kekeliruan capital expenditure, dengan mengubah biaya operasional rutin menjadi pengeluaran tetap agar beban berkurang.

3. Manipulasi nilai manfaat aset seperti memperpanjang estimasi umur ekonomis aset tetap secara tidak wajar agar biaya penyusutan setiap tahunnya agar terlihat lebih kecil.

4. Capitalization of expenses, dimana beban yang seharusnya diakui langsung justru dikapitalisasi menjadi asset.

Overstatement of assets bukan hanya sekadar kesalahan pencatatan angka. Ketika tindakan dilakukan secara sengaja, maka dapat mengubah persepsi dari stakeholder terhadap kondisi keuangan perusahaan dan menjadi bagian dari financial statement fraud.

  • Dechow, P. M., Ge, W., Larson, C. R., & Sloan, R. G. (2011). Predicting material accounting misstatements. Contemporary Accounting Research, 28(1), 17–82.
  • Beneish, M. D. (1999). The detection of earnings manipulation. Financial Analysts Journal, 55(5), 24–36.
Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.