Dalam dunia investasi saham, istilah dilusi mungkin sudah tidak asing lagi. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan dilusi saham? Berikut adalah penjelasan mengenai apa itu dilusi saham beserta dengan dampaknya.
Dilusi saham adalah situasi yang terjadi ketika adanya penurunan persentase kepemilikan saham dikarenakan perusahaan mengeluarkan saham tambahan ke pasar sehingga mengakibatkan jumlah saham yang beredar meningkat.
Dilusi saham merujuk kepada berkurangnya jumlah kepemilikan saham karena penerbitan saham baru kemudian berdampak pada nilai saham sebelumnya.
Contohnya, jika perusahaan X memiliki 5000 lembar saham yang dimiliki oleh 5000 orang, maka setiap orang masing-masing mempunyai 0,1% kepemiikan saham. Kemudian, perusahaan X menerbitkan 5000 lembar saham baru dan dibeli juga oleh 5000 investor saham, maka nilai saham akan turun menjadi 0,05%. Namun perlu diperhatikan bahwa ketika suatu emiten menerbitkan saham baru, tidak semua investor ikut membeli saham tersebut. Invetor yang tidak membeli saham yang baru biasanya akan merugi tetapi kerugian tersebut dapat dicegah dengan right issue. Right Issue adalah hak istimewa yang diberikan kepada pemegang saham lama untuk mendapatkan saham baru dari suatu emiten dengan harga khusus, sebelum kemudian ditawarkan kepada masyarakat umum.
Contoh lainnya, misalkan terdapat perusahaan ABC yang awalnya memiliki 10 saham dengan 10 investornya kemudian perusahaan tersebut menerbitkan 10 saham baru dan dibeli hanya dari 1 investor saja, sehingga sekarang jumlah saham sebanyak 20 namun 1 investor saja yang memiliki 50% saham perusahaan karena membeli saham yang baru diterbitkan.
Atas penerbitan saham baru itu tadi, 9 investor justru hanya memiliki 5% kepemilikan perusahaan saja. Hal itu karena kepemilikan mereka telah terdilusi oleh saham baru tadi.
Berikut ini beberapa dampak yang terjadi oleh dilusi saham:
1. Penurunan Nilai Kepemilikan
Salah satu dampak yang langsung terasa bila jumlah saham yang beredar meningkat sehingga kepemilikan pemegang saham akan semakin mengecil, kecuali pemegang saham ikut serta dalam penerbitan saham tambahan.
2. Penurunan Nilai Saham
Contoh dampak lainnya adalah penurunan nilai saham yang diakibatkan dari respon negatif pasar terhadap penerbitan saham tambahan yang dilakukan oleh perusahaan
3. Perubahan Struktur Kepemilikan
Pemegang saham yang ada mungkin dapat kehilangan kendali atau kehilangan pengaruh mereka terhadap keputusan perusahaan jika kepemilikan turun signifikan.
4. Peningkatan Likuiditas Saham
Di sisi lain, penerbitan saham tambahan dapat meningkatkan likuiditas saham dengan adanya penambahan jumlah saham yang beredar sehingga dapat membuat saham lebih mudah diperdagangkan di pasar saham.
5. Perubahan Kebijakan Dividen
Terdapat beberapa perusahaan yang memilih untuk menahan atau mengurangi pembayaran dividen untuk menghemat kas dan mendukung pertumbuhan melalui investasi dalam bisnis sehingga dilusi saham dapat mempengaruhi kebijakan dividen perusahaan.
6. Perubahan Persepsi Investor
Dilusi saham dapat mempengaruhi persepsi dari investor, contohnya bila dilakukan untuk mendukung pertumbuhan atau akuisisi strategis dengan tujuan yang positif kemungkinan investor akan merespon dengan baik. Sebaliknya, jika dilusi saham dilakukan dengan tujuan dan alasan yang meragukan dapat memicu kekhawatiran dan kecurigaan para investor.
Kesimpulan:
Dilusi saham terjadi ketika penerbitan saham baru mengurangi persentase kepemilikan pemegang saham lama. Meski dapat berdampak pada kepemilikan dan nilai saham, dilusi juga dapat mendukung pertumbuhan perusahaan dan meningkatkan likuiditas saham.
Referensi:
- https://www.investasiku.id/eduvest/saham/dilusi-saham-adalah
