Sebuah perusahaan dapat mencatat laba yang tinggi, tetapi menghasilkan kas operasi yang relatif rendah. Sebaliknya, perusahaan juga dapat memiliki arus kas yang kuat meskipun laba yang dilaporkan tidak terlalu tinggi.
Perbedaan tersebut bukan berarti laporan keuangan perusahaan pasti bermasalah. Namun, hubungan antara laba dan arus kas dapat memberikan informasi penting mengenai kualitas laba dan bahkan membantu mengidentifikasi potensi financial statement fraud.
Laba disusun berdasarkan basis akrual. Artinya, pendapatan dan beban tidak selalu diakui pada saat kas diterima atau dibayarkan. Pengakuan akuntansi dapat terjadi ketika transaksi memenuhi kriteria tertentu meskipun arus kasnya baru terjadi pada periode berikutnya.
Sementara itu, arus kas berfokus pada perubahan kas dan setara kas yang terjadi selama periode tertentu. Salah satu komponen yang penting untuk dianalisis adalah operating cash flow (OCF) atau arus kas dari aktivitas operasi karena memberikan gambaran mengenai kas yang dihasilkan dari aktivitas utama perusahaan.
Perbedaan basis tersebut membuat laba dan arus kas dapat memberikan perspektif yang berbeda mengenai kondisi perusahaan. Accrual membantu akuntansi menggambarkan kinerja perusahaan dengan lebih baik karena pendapatan dan beban dapat diakui pada periode ketika aktivitas ekonominya terjadi. Namun, proses tersebut juga membutuhkan estimasi dan pertimbangan.
Dechow dan Dichev menjelaskan bahwa accrual melibatkan asumsi dan estimasi mengenai arus kas masa depan. Mereka mengembangkan ukuran kualitas accrual yang berkaitan dengan kesalahan estimasi dalam accrual. Semakin besar kesalahan estimasi, semakin rendah kualitas accrual tersebut.
Dalam praktiknya, beberapa komponen yang dapat melibatkan estimasi antara lain:
– estimasi piutang tak tertagih;
– penyusutan aset;
– impairment atau penurunan nilai aset;
– provisi;
– estimasi kewajiban;
– penilaian persediaan; dan
– pengakuan pendapatan.
Adanya estimasi dan pertimbangan tersebut pada dasarnya merupakan bagian normal dari akuntansi. Namun, ruang pertimbangan yang tersedia juga dapat dimanfaatkan oleh manajemen untuk memengaruhi angka laba yang dilaporkan. Praktik inilah yang kemudian berkaitan dengan earnings management, terutama melalui pengelolaan komponen akrual (accrual-based earnings management).
Referensi:
- Dechow, P. M., & Dichev, I. D. (2002). The quality of accruals and earnings: The role of accrual estimation errors. The Accounting Review, 77(Supplement), 35–59. https://doi.org/10.2308/accr.2002.77.s-1.35
- Dechow, P. M., Sloan, R. G., & Sweeney, A. P. (1995). Detecting earnings management. The Accounting Review, 70(2), 193–225.
- Cohen, D. A., & Zarowin, P. (2010). Accrual-based and real earnings management activities around seasoned equity offerings. Journal of Accounting and Economics, 50(1), 2–19. https://doi.org/10.1016/j.jacceco.2010.01.002
