Loading
Loading...
Menu BINUS

PENTINGNYA AKUNTANSI SEBAGAI LANDASAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PERUSAHAAN

Dalam rangka untuk meningkatkan keberhasilan organisasi dalam menghasilkan kinerja performa yang memadai diperlukan sebuah evaluasi yang dilakukan secara berkala untuk memastikan seluruh kegiatan operasional telah berjalan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan melalui dukungan dari berbagai individu yang berkompeten dan professional. Namun, kesuksesan organisasi tidak hanya disebabkan oleh individu yang berkompeten, melainkan juga disebabkan oleh sumber daya lain, yaitu keuangan.

Organisasi perlu memperhatikan bagaimana sebuah arus kas (Cash / keuangan) itu berjalan, mulai dari kas masuk (Penjualan) hingga kas keluar (Pembelian / pembebanan) untuk menunjang aktivitas operasional dari organisasi. Uang berperan penting bukan hanya sebagai tolak ukur dalam melakukan transaksi, melainkan untuk membayar deviden kepada para pemegang saham, membayar gaji karyawan, hingga melunasi utang yang dimiliki sesuai dengan jatoh tempo, yang dengan demikian dapat mendukung orientasi pengembangan strategis oleh para pemimpin perusahaan. Untuk dapat melakukan pengelolaan manajemen yang handal, dibutuhkan peranan dari Akuntansi yang lebih dari sekedar pencatat pembukuan (Bookkeeper).

Definisi Akuntansi

Akuntansi dikenal sebagai Bahasa Bisnis yang melibatkan dari proses pengumpulan data (Document transaksi, email, gambar, dan video dari transaksi yang berjalan), proses pencatatan (Siklus Akuntansi mulai dari Jurnal Umum), mengelompokkan akun transaksi, meringkas, dan melaporkan semua transaksi keuangan suatu entitas agar data tersebut dapat dipakai untuk mengambil keputusan. Akuntansi berperan penting bukan hanya untuk organisasi yang mencari laba, melainkan juga mereka yang bergerak di sektor nirlaba (Non-Profit Organization). Berikut merupakan beberapa fungsi mengapa penting untuk mempelajari ilmu Akuntansi:

Fungsi Utama Accounting

Pencatatan data: Merekam setiap transaksi pembelian, penjualan, dan arus kas masuk atau keluar secara kronologis.

Pengelompokan akun: Menyusun transaksi ke dalam kategori seperti aset (harta), liabilitas (utang), ekuitas (modal), pendapatan, dan beban (Dikenal dengan istilah HUMPB untuk memudahkan juga terkait dengan peletakan di posisi Debit dan Kredit).

Penyusunan laporan: Menghasilkan dokumen penting seperti laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas. Namun, secara keseluruhan terdapat 5 jenis laporan keuangan, yang terdiri dari:

  1. Laporan Laba Rugi: Terfokus kepada penyajian informasi dari performa perusahaan dalam menjalani kegiatan operasional yang diharapkan mencapai Laba (Net Income) bukan Rugi (Net Loss). Di perusahaan sering dikenal dengan istilah P&L (Profit and Loss).
  2. Laporan Perubahan Ekuitas: Menunjukan fenomena dari terjadinya kenaikan atau penurunan modal yang dimiliki oleh pemilik.
  3. Laporan Neraca: Menunjukan kondisi perusahaan, mulai dari asset (Harta kepemilikan), liabilitas (Utang), dan Ekuitas (Modal).
  4. Laporan Arus Kas: Kas merupakan asset yang dinilai paling liquid (Paling cepat habis) di suatu organisasi, sehingga perlu disusun laporan tersendiri untuk menganalisis penggunaan kas yang meliputi penerimaan dan pengeluaran kas. Terdapat 3 elemen utama, yaitu Operasional, Investasi, dan Pendanaan.
  5. Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK): Memuat informasi yang lebih detail dan rinci, dimana pada bagian ini merupakan tambahan informasi dari hasil penyajian keuangan yang didukung dengan penggunaan dari Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) sebagai standar utama di Akuntansi Indonesia dengan penyesuaian ke aturan IFRS (International).

Dasar pengambilan keputusan: Menyediakan informasi akurat untuk strategi bisnis, evaluasi, serta pemenuhan pajak

Hal yang membedakan dengan keuangan (Finance) adalah Akuntansi lebih terfokus untuk mengevaluasi kinerja yang terjadi di masa lalu sebagai landasan untuk perbaikan di periode berikutnya yang dapat diperhitungkan dana nya untuk investasi berkelanjutan di masa mendatang (Finance), dimana pada ranah keuangan ini bukan hanya sekedar menyusun budget (Anggaran) saja, melainkan mampu untuk mengambil keputusan kedepan berdasarkan pada berbagai pertimbangan yang ada.

Kesimpulannya, Akuntansi dan Keuangan saling mendukung untuk menjaga kesehatan kondisi keuangan perusahaan yang dapat terus ditingkatkan secara maksimal dengan proses pengukuran yang tepat berlandaskan pada data.

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.