Pada seri ini akan dibahas berbagai teknologi dari artificial intelligence (AI) yang dapat digunakan untuk mendeteksi fraud dan membantu proses audit agar semakin efektif dan memberikan hasil yang lebih akurat.
Pertama, machine learning. Teknologi ini berfungsi untuk mendeteksi anomaly yang ada. Machine learning akan mempelajari data-data historis dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi transaksi yang menyimpang dari pola normal. Kogan el al. (2014) menyampaikan jika algoritma machine learning dapat mendeteksi transaksi yang tidak wajar dan sulit dikenali dengan bermodalkan proses audit manual, terutama pada data yang sedemikian besar.
Kedua, dengan berbekal analisis dari data mining dapat digunakan untuk melihat hubungan yang tersembunyi antara transaksi, akun maupun pihak-pihak yang saling terkait. Semakin mereka mempelajari, pencarian ini akan semakin mudah dan semakin banyak hubungan yang terbentuk.
Ketiga Adalah Natural Language Processing (NLP) untuk menganalisis dokumen. Ke depannya AI dan audit tidak hanya sekedar untuk menilai dan mengecek angka saja. Namun, sampai dengan teks, mereka dapat melakukan pemeriksaan. Melalui NLP mereka dapat melihat email, kontrak maupun laporan yang ada.
Pada bagian terakhir, kita akan membahas mengenai tantangan dan dampak AI terhadp peran auditor.
Referensi:
- Kogan, A., Alles, M. G., Vasarhelyi, M. A., & Wu, J. (2014). Design and evaluation of a continuous data level auditing system. Auditing: A Journal of Practice & Theory, 33(4), 221–245. https://doi.org/10.2308/ajpt-50777
