Loading
Loading...
Menu BINUS

Artificial Intelligence dalam Audit: Deteksi Kecurangan dan Fraud (Part 1)

Pengembangan dari artificial intelligence (AI) berada pada berbagai sektor dalam Akuntansi, salah satunya Adalah auditing. Sebelumnya, auditor bergantung pada berbagai pengujian sampel untuk memenuhi asersi hingga melakukan pemeriksaan manual. Namun, kehadiran AI memungkinkan dilakukan analisis keuangan dalam jumlah yang besar, cepat dan komprehensif. Kontribusi AI pada dunia audit, salah satunya Adalah mendeteksi kecurangan (fraud) secara lebih akurat sejak sekarang.

Kecurangan yang terjadi biasa terancang untuk tidak terlihat, tersembunyi, atau bahkan terlihat samar-samar sama dengan kewajaran yang lainnya. Selama ini, pendekatan audit tradisional Adalah berbasis sampel, sehingga tidak semua data populasi dapat diperiksa. Wells (2017) menyimpulkan jika banyak kasus fraud yang lolos dari proses audit dikarenakan keterbatasan waktu dari auditor, biaya dan kemampuan manusia yang terbatas dalam mengenali pola transaksi. Sehingga perlu adanya pendekatan audit berbasis teknologi.

Hal ini yang mendorong perlu adanya AI untuk membantu auditor dalam melakukan analisis seluruh populasi data transaksi, yang bukan hanya sampel. Melalui algoritma, maka sistem AI dapat mengenali pola-pola kecurangan yang ada hingga dapat mendeteksi penyimpangan yang terjadi dan berpotensi berujung pada penipuan.

Pada artikel selanjutnya akan dibahas mengenai teknologi AI yang dapat digunakan untuk mendeteksi fraud.

Referensi:

  • Wells, J. T. (2017). Corporate fraud handbook: Prevention and detection (4th ed.). Wiley.
Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.