Perkembangan dunia industri yang semakin cepat tidak bisa hanya ditandai dengan peningkatan pendapatan ataupun perolehan laba. Dalam menjalani kegiatan operasional, pemimpin penting untuk selalu mengawasi dan mengevaluasi kinerja performa yang dilandasi dengan integritas, transparansi, akuntabilitas, dan objektivitas untuk memastikan bahwa seluruh aktivitas pada setiap department berlangsung sesuai dengan aturan dan kode etik yang berlaku.
Prinsip-prinsip etika dapat berjalan dan dihantarkan oleh nilai kebudayaan, tradisi, dan perilaku personal dalam menentukan tindakan yang benar dan salah. Intergitas dan etika dari setiap individu membentuk pengalaman yang mengarah kepada perilaku untuk bertindak benar dan tidak melanggar aturan, sehingga ethics memainkan peranan yang kritis dalam membantu individu saat mengambil keputusan serta pilihan lainnya. Walaupun setiap individu memiliki nilai yang beragam dan perilaku yang berbeda, perusahaan memilih untuk menciptakan sebuah tujuan ekspektasi yang disajikan dalam beberapa standar dan kebijakan yang dipatuhi bersama yang dikenal dengan istilah code of ethics.
Beberapa asosiasi Lembaga dan professional mengembangkan code of ethics untuk membantu para praktisi dalam menentukan pengambilan keputusan, mulai dari level bawah sampai level atas. Pengambilan keputusan bukan berarti hanya mengacu ke strategi perusahaan kedepan dalam membangun performa, melainkan mulai dari melakukan tindakan yang benar untuk tidak melakukan manipulasi pada penyajian laporan keuangan, tidak melakukan pencurian asset perusahaan, bekerja sesuai dengan aturan dan waktu yang telah ditetapkan oleh perusahaan walaupun tidak ada yang mengawasi, hingga membangun mindset dalam melangkah maju tanpa melanggara peraturan yang memberikan dampak kerugian terhadap para pemangku kepentingan. Beberapa contoh dari asosiasi Lembaga yang mengembangkan pedoman ethics untuk mendukung kinerja yang transparan dan akuntabel terdiri dari American Institute of Certified Public Accountants (AICPA), the Information Systems Audit and Control Association (ISACA), the Institute of Internal Auditors (IIA), and the Institute of Management Accountants (IMA). Selain mengembangkan pedoman, asosiasi Lembaga tersebut juga memperkuat kurikulum ujian sertifikasi professional untuk meningkatkan kemampuan praktisi yang terverfikasi serta sertifikasi melalui ujian yang ditempuh.
REFERENSI
- Richardson, V. J., Chang, J. C., & Smith, R. (2024). Accounting Information Systems – Fourth Edition. New York: McGraw Hill
