Loading
Loading...
Menu BINUS

Mengapa Perusahaan Besar Masih Bisa Mengalami Fraud?

Fraud merupakan salah satu tindakan berisiko yang dapat mengancam keberlangsungan sebuah perusahaan. Kasus fraud tidak hanya bisa terjadi pada perusahaan kecil yang minim dari pengawasan atau sistem keamanan yang belum terintegrasi. Perusahaan besar dengan sumber daya yang melimpah dan serta sistem pengendalian internal yang terlihat kuat juga dapat mengalami fraud.

Perusahaan besar biasanya memiliki auditor internal, auditor eksternal, departemen kepatuhan, sistem teknologi informasi, serta berbagai prosedur pengendalian. Namun, keberadaan berbagai mekanisme tersebut tidak menjamin bahwa fraud tidak akan terjadi. Semakin besar perusahaan, justru semakin kompleks aktivitas bisnis dan struktur organisasinya. Kompleksitas ini dapat menjadi celah yang sulit untuk diawasi secara menyeluruh. Perusahaan yang besar sudah pasti memiliki transaksi yang besar dan rutin setiap harinya, cabang dimana-mana, serta pemisahan fungsi di berbagai tingkatan organisasi dapat membuat suatu tindakan fraud menjadi sulit terdeteksi. Selain itu, fraud dapat dilakukan oleh individu yang memiliki pemahaman mendalam mengenai sistem perusahaan. Mereka dapat mengetahui kelemahan pengendalian internal dan memanfaatkannya untuk melakukan kecurangan. Dengan kata lain, sistem pengendalian yang baik tetap bergantung pada manusia yang menjalankannya.

Salah satu contoh besar yang menunjukkan bahwa perusahaan berskala besar tetap rentan terhadap fraud adalah kasus WorldCom pada tahun 2002. WorldCom merupakan salah satu perusahaan telekomunikasi besar di Amerika Serikat. Perusahaan tersebut mengalami skandal akuntansi setelah ditemukan adanya manipulasi laporan keuangan yang menyebabkan kondisi keuangan perusahaan terlihat lebih baik daripada keadaan sebenarnya.

Konsep fraud triangle dapat menjelaskan kenapa fraud tersebut dapat terjadi. Konsep ini menjelaskan 3 faktor utama yang mendorong fraud terjadi yaitu pressure (tekanan), opportunity (kesempatan), dan rationalization (rasionalisasi).

1. Pressure (tekanan)

Dalam perusahaan besar, tekanan untuk mencapai laba dan kinerja yang positif dapat menjadi salah satu faktor risiko. Ketika pencapaian target dianggap lebih penting daripada proses yang sehat dan etis, individu dapat terdorong untuk mengambil jalan pintas.

2. Opportunity (kesempatan)

Perusahaan yang tergolong besar sudah pasti memiliki kompleksitas yang dapat menciptakan lebih banyak celah. Misalnya, transaksi yang ada di tiap masing-masing unit bisnis atau cabang dapat menyulitkan proses pengawasan. Jika peran pengendalian internal disini tidak dirancang dan dievaluasi dengan berkala, celah tersebut bisa menjadi manfaat oleh pihak yang memiliki niat untuk melakukan fraud.

3. Rationalization (rasionalisasi)

Rasionalisasi menjadi faktor yang sulit dideteksi karena berkaitan dengan pola pikir dan nilai individu. Bahkan seseorang yang mungkin sebelumnya dikenal dengan reputasi baik dapat melakukan fraud ketika menemukan alasan yang dianggap dapat membenarkan tindakannya.

Ketiga faktor tersebut menunjukkan bahwa fraud bukan hanya persoalan sistem, tetapi juga berkaitan dengan manusia dan lingkungan organisasi. Terlebih jika perusahaan tersebut sudah sangat berkembang, dengan sistem yang lebih kompleks.

 

  • International Banker. (2021, September 29). The WorldCom Scandal (2002). https://internationalbanker.com/history-of-financial-crises/the-worldcom-scandal-2002/
  • Nurhayat, W., & Nurhayat, W. (2026, June 24). Kenali Fraud Laporan Keuangan dan Praktiknya yang Merugikan Perusahaan. Mekari Jurnal. https://www.jurnal.id/id/blog/kenali-fraud-laporan-keuangan-dan-praktik-yang-merugikan-perusahaan/
  • Fraud Triangle – National Whistleblower Center. (2026, March 23). National Whistleblower Center. https://www.whistleblowers.org/fraud-triangle/
  • Yuk, Pahami Sekilas tentang Teori Tindak Kecurangan (Fraud). (n.d.). Pusat Edukasi Antikorupsi. https://aclc.kpk.go.id/aksi-informasi/Eksplorasi/20240326-yuk-pahami-sekilas-tentang-teori-tindak-kecurangan-fraud
Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.