Loading
Loading...
Menu BINUS

Memahami Types of Analytics dalam Accounting Data Analytics: Prescriptive Analytics

Prescriptive analytics merupakan tipe analitik yang digunakan untuk menjawab pertanyaan:“Apa yang sebaiknya dilakukan?” Jika predictive analytics menghasilkan perkiraan mengenai kondisi masa depan, prescriptive analytics menambahkan rekomendasi tindakan untuk mencapai hasil yang diinginkan atau mengurangi dampak dari hasil yang tidak diinginkan.  

Prescriptive analytics dapat menggunakan model optimasi, business rules, decision theory, simulasi, dan berbagai skenario. Tipe analitik ini mempertimbangkan tujuan organisasi, keterbatasan sumber daya, risiko, serta hubungan antarfungsi sebelum menghasilkan rekomendasi. IBM menjelaskan bahwa prescriptive analytics dapat digunakan untuk menentukan tindakan optimal dengan mempertimbangkan variabel, batasan, dan trade-off dalam suatu keputusan.  

Dalam accounting, salah satu penerapannya terdapat pada pengelolaan modal kerja. Apabila predictive analytics menunjukkan kemungkinan kekurangan kas dalam enam minggu mendatang, prescriptive analytics dapat membandingkan beberapa alternatif tindakan, seperti mempercepat penagihan piutang, menjadwalkan ulang pembayaran pemasok, mengurangi pengeluaran nonprioritas, atau menggunakan fasilitas kredit. 

Prescriptive analytics juga dapat digunakan dalam proses accounts payable untuk menentukan jadwal pembayaran invoice. Model dapat mempertimbangkan tanggal jatuh tempo, saldo kas, diskon pembayaran lebih awal, penalti keterlambatan, serta tingkat kepentingan pemasok. Berdasarkan informasi tersebut, sistem dapat merekomendasikan invoice yang sebaiknya dibayar terlebih dahulu agar perusahaan dapat menjaga likuiditas tanpa kehilangan diskon yang menguntungkan. 

Dalam proses budgeting, prescriptive analytics dapat membantu manajemen melakukan alokasi anggaran. Jika perusahaan memiliki keterbatasan dana, analisis dapat membandingkan berbagai skenario alokasi biaya dan memperkirakan dampaknya terhadap laba, arus kas, serta pencapaian target. Rekomendasi yang dihasilkan kemudian menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen, bukan pengganti keputusan manajemen. 

Hal tersebut penting karena keputusan accounting dan finance sering kali melibatkan ketentuan akuntansi, pengendalian internal, aspek perpajakan, materialitas, serta pertimbangan profesional. Oleh sebab itu, rekomendasi model harus memiliki asumsi yang jelas, data yang dapat ditelusuri, batasan yang diketahui, dan mekanisme persetujuan yang memadai. 

 

Referensi:  

  1. What Is Prescriptive Analytics? | IBM 
Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.