Secara umum konsep halal sudah menjadi konsep yang dapat diterima di dalam dunia bisnis, terutama berkaitan dengan banyaknya produk halal. Di Indonesia bahkan ini sudah menjadi ketentuan tersendiri terutama dengan dikeluarkannya UU No 33 tahun 2014 yang menjadi penegasan bahwa semua produk yang dikeluarkan dan beredar di Indonesia haruslah memiliki sertifikat halal. Hal ini tidaklah mengherankan mengingat posisi Indonesia sebagai negara yang didominasi oleh penduduk mayoritas muslim dimana sangat penting bagi masyarakat muslim berkaitan dengan barang yang mereka konsumsi memiliki sertifikat halal. Bukti bahwa industry halal sangat penting adalah industri halal di Indnonesia memiliki sumbangan langsung dalam rangka meningkatkan gross domestic product yang ada di Indonesia. Industri halal memiliki kaitan langsung dengan nilai GDP melalui beberapa faktor, diantaranya adalah :
- Melalui industri makanan dan minuman halal
- Melalui industri keuangan syariah
- Melalui pengembangan pariwisata yang sesuai secara syariah
- Pengembangan kosmetik halal dan juga farmasi halal
Selain itu juga tercatat bahwa melalui industri halal ini dapat diperoleh multiplier effect bagi perekonomian, diantaranya adalah :
- Perkembangan industri halal dapat meningkatkan serta memperluas lapangan pekerjaan baik dari sisi produksi, logistic maupun juga rantai produksi dari perusahaan
- Masuknya aliran investasi dan modal yang ada serta
- Industri halal dapat membantu untuk meningkatkan export dan import serta membantu dalam rangka meningkatkan distribusi pendapatan
Berbagai hal tersebut menunjukkan bahwa sebenarnya industry halal merupakan asset nasional yang tidak bisa diabaikan. Meskipun begitu fakta yang ada juga menunjukkan bahwa Sebagian dari industri halal yang ada di dunia mayoritas berasal dari negara-negara yang berada di Kawasan Timur Tengah yang kini secara geoplitik masih terdapat masalah. Seperri di Kawasan Teluk seiring dengan kondisi krisis yang belum selesai akibat konflik Iran VS Amerika Serikat yang mengganggu kondisi Selat Homuz yang menyumbang 20% Cadangan minyak dunia setiap harinya dan sebelummnya adalah konflik Gaza. Sementara Kawasan Timur Tengah merupakan kawasan yang strategis karena terdapat 48% Cadangan minyak dunia yang dikhawatirkan bila krisis berkepanjangan maka akan berdampak pada krisis energi dan akan berdampak pada ketahanan pangan halal. Ditambah saat ini dunia tidak hanya dihadapkan dengan 1 front pertempuran akan tetapi dalam beberaoa front pertempuran. Yaitu Rusia Ukraina yang berdampak pada industry UKM makanan yang berbahan] baku gandum, Karenna Ukraina merupakan negara yang menjadi produsen gandum utama di dunia serta juga masalah kelangkaaan pupuk dikarenakan Rusia merupakan negara yang menjadi pemasok utama gas alam yang menjadi bahan baku pupuk yang pada akhirnya akan berdampak pada kenaikan harga serta akan berdampak pada industri halal. Dari segi ekonomi krisis yang terjadi di Kawasan Teluk juga akan berdampak pada naik turunnya nilai tukar rupiah yang berdampak pada naiknya biaya impor bahan baku industri halal yang masih harus diimport dari luar negeri. Atas dasar itulah perdamaian dan de eskalasi konflik baik yang terjadi di Kawasan Eropa antara Rusia melawan Ukraina dan juga Kawasan Timur Tengah menjadi salah satu prasyarat yang penting agar industri halal tetap bisa beroperasi dengan efisien yang bisa menghasilkan harga yang terjangkau bagi para konsumen.
