Alpha dan p Value

Nilai Probabilitas (P-Value / nilai sig)

besarnya peluang (probabilitas) yang diamati dari statistik uji.

Nilai kesalahan yang didapat peneliti dari hasil perhitungan statistik (Hasil Uji Statistik).

Nilai  α (alpha)

kesalahan maksimal yang ditentukan  (dijadikan patokan) oleh peneliti,

menunjukkan seberapa ekstrim suatu data seharusnya (data ideal), sehingga  dapat menunjukkan adanya perbedaan dengan data lainnya (tolak H0).

Contoh 1

Misalkan dari hasil output software (Excel, SPSS, Minitab, dkk.) diperoleh :

nilai sig. (p-value) = 0.002, artinya

kesalahan penelitian secara statistik (berdasarkan uji statistik) adalah sebesar 0,2%.

Jika nilai sig. (p-value) ini kita bandingkan dengan α = 0,05 ( alpha 5%) maka otomatis nilai sig. (p-value) lebih kecil dari α.

Nilai α = 5% berarti dari 100, paling besar 5 kesalahan yang dapat ditolerir oleh si peneliti. Singkatnya, jika 5 kesalahan saja masih dapat ditolerir apalagi yang hanya 0,2, dengan demikian peluang untuk menolak H0 semakin besar.

Contoh 2

Peneliti menetapkan nilai alfa sebesar 5% atau 0,05

Artinya dari 100 kali seseorang melakukan percobaan yang sama di harapkan kurang dari 5 penelitian yang mengalami kegagalan.

Setelah melakukan percobaan data, lalu dianalisis dan didapat nilai p-value sebesar 11% atau 0,11

ini berarti dari hasil perhitungan diketahui bahwa dari 100 percobaan yang sama akan dihasilkan kegagalan sebanyak 11 percobaan.

Catatan:

Dalam proses penelitian, nilai alpha ditentukan sebelum nilai p-value diketahui.

Berdasarkan konvensi, nilai alpha yang biasa digunakan adalah sebesar 0,05.

Nilai alpha yang kecil menunjukkan semakin ketatnya aturan dalam suatu penelitian.

Jadi, ketika dari hasil output misal diperoleh nilai p (p-value) atau sig = 0.025, itu artinya kesalahan penelitian secara statistik adalah 2,5 (0.025*100).

Kalau nilai p kita bandingkan dengan alpha 5% (0.05) maka otomatis nilai p lebih kecil dari alpha. Karena, dengan alpha 5% berarti paling besar 5 kesalahan yang dapat ditolerir oleh si peneliti. Singkatnya, jika 5 kesalahan saja masih dapat ditolerir apalagi yang hanya 2,5 bukan??? Makanya peluang untuk menolak H0 semakin besar.

Sebaliknya, misal kita punya nilai p sebesar 0.15 itu artinya dari hasil perhitungan statistik kita punya 15 kesalahan (0.15*100), jika nilai 0.15 kita bandingkan dengan nilai alpha 0.05 maka nilai p lebih besar dari alpha. Itu artinya semakin besar pula peluang kita untuk menerima H0.

Secara ringkas :

  • Tolak H0 jika nilai p (p-value) atau sig < 0.05
  • Terima H0 jika nilai p (p-value) atau sig > 0.05

HHM

REFERENSI:

http://iainkditandripatih.weebly.com/statistika

http://riset.jigsy.com/entries/statistik/apakah-perbedaan-p-value-alpha