Debt to Equity Ratio adalah rasio keuangan yang membandingkan total liabilitas (utang) perusahaan dengan total ekuitasnya.

Rumus Debt to Equity Ratio

DER = Total Utang (Liabilitas) / Total Ekuitas (Modal Sendiri)

Rumus Debt to Equity Ratio (dalam persentase)

DER = (Total Liabilitas / Total Ekuitas) x 100%

Keterangan:

· Total Liabilitas: Seluruh kewajiban perusahaan, mencakup utang jangka pendek (utang dagang, pinjaman bank jangka pendek) dan utang jangka panjang (obligasi, pinjaman bank jangka panjang).

· Total Ekuitas: Modal yang dimiliki pemegang saham, terdiri dari modal disetor, tambahan modal disetor, dan laba ditahan (retained earnings).

 

Cara membaca Debt to Equity:

Untuk ratio Debt to Equity tidak ada angka yang “mutlak ideal” karena setiap industri memiliki jenis risiko dan struktur pendanaan yang berbeda-beeda. Namun, berikut ini panduan umum yang biasanya dipakai untuk melihat ratio Debt to Equity:

 

 

Jenis Perusahaan D/E Ratio Ideal Interpretasi

Sektor teknologi/jasa < 0,5 Cenderung konservatif, pendanaan dominan dari ekuitas

Sektor manufaktur 0,5 – 1,5 Seimbang antara utang dan modal sendiri

Sektor utilitas/energi 1,5 – 2,5 Umum menggunakan utang besar karena pendapatan stabil

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memahami Debt to Equity (D/E) Ratio:

D/E tinggi (>2): menunjukkan ketergantungan besar pada utang. Risiko finansial tinggi jika suku bunga naik atau pendapatan menurun. Artinya, perusahaan memiliki beban bunga yang besar.

D/E rendah (<0,5): perusahaan cenderung konservatif, tetapi mungkin kehilangan potensi pertumbuhan karena kurang memanfaatkan leverage. Artinya, perusahaan sangat aman dan stabil.

D/E seimbang (0,5–1,5): biasanya dianggap sehat karena perusahaan mampu mengoptimalkan modal sendiri dan pinjaman secara proporsional.

 

Contoh Kasus:

Di bawah ini merupakan dua perusahaan di sektor manufaktur makanan dan minuman:

PT Gemilang Abadi Tbk

– Total Liabilitas: Rp 400 miliar

– Total Ekuitas: Rp 600 miliar

– DER = Rp400 miliar / Rp600 miliar = 0,67x

PT Agung Jaya Tbk

– Total Liabilitas: Rp 900 miliar

– Total Ekuitas: Rp 400 miliar

– DER = Rp900 miliar / Rp400 miliar = 2,25x

Dari contoh kasus di atas, PT Gemilang Abadi memiliki struktur modal yang lebih aman, sedangkan PT Agung Jaya berisiko lebih tinggi jika ada kenaikan suku bunga atau penjualan yang melambat serta PT Agung Jaya bisa kesulitan membayar cicilan hutang.

 

Referensi:

  • https://revalueacademy.id/kamus/debt-to-equity-ratio
  • https://www.heygotrade.com/id/blog/debt-to-equity-ratio-d-e-ratio/