Accounting

Memahami Sejarah Perjalanan Bitcoin Sebagai Cryptocurrency Terbesar di Dunia (Part 2)

Sejarah perjalanan Bitcoin (Part II)

Jika di part sebelumnya dijelaskan terkait dengan apa itu Bitcoin dan bagaimana cara kerjanya, maka di part ini akan dijelaskan mengenai sejarah perjalanan Bitcoin dari masa ke masa sampai menjadi cryptocurrency dengan kapitalisasi pasar terbesar dan harganya yang sempat meningkat tajam. Berikut ini merupakan penjelasan dari sejarah perjalanan Bitcoin:

  1. 18 Agustus 2008
    Pada tanggal 18 Agustus 2008 terbentuk domain Bitcoin.org yang dimiliki oleh dua pengembang pertama Bitcoin, yaitu Satoshi Nakamoto dan Martti Malmi. Namun pada saat Satoshi memutuskan meninggalkan Bitcoin.org, Satoshi memberikan kepemilikan domain tersebut kepada orang lain yang terpisah dengan pengembang Bitcoin untuk mencegah satu orang atau kelompok lain dengan mudah mendapatkan kendali atas proyek Bitcoin. Domain ini juga dilengkapi dengan Whois Guard yang dapat melindungi domain ini agar tidak di akses oleh sembarangan orang. Hal ini berarti bahwa identitas pengguna domain ini bukan merupakan konsumsi atau informasi publik (Taskinsoy, 2019).
  1. 31 Oktober 2008
    Pada tanggal 31 Oktober 2008, satu hari setelah kepala Merrill Lynch memutuskan untuk mengundurkan diri setelah pengungkapan bahwa bank investasi terkena utang macet sebesar USD 7,9 miliar, Satoshi Nakamoto memposting makalah Bitcoin menggunakan milis kriptografi untuk para penggemar kriptografi. Adapun judul dari makalah tersebut adalah Bitcoin: A Peer to Peer Electronic Cash System” yang berarti nantinya akan ada system keuangan baru dan unik yang sepenuhnya peer to peer, artinya system tersebut berjalan tanpa adanya pihak ketiga (Manimuthu et al., 2019). Postingan Satoshi ini kemudian menarik banyak perhatian publik dan diskusi besar terkait Bitcoin yang dilakukan oleh banyak orangpun terjadi.
  1. 3-9 Januari 2009
    Pada tanggal 3 Januari 2009 diluncurkannya secara resmi block pertama dari Blockchain Bitcoin ke masyarakat. Pada tanggal 08 Januari 2009, perangkat lunak dari Bitcoin diumumkan ke masyarakat melalui milis kriptografi di Blockchain. Kemudian pada 09 Januari 2009, Blok satu dari Bitcoin berhasil ditambang dan penambangan Bitcoin mulai berjalan. Namun transaksi pertama dengan mata uang Bitcoin tersebut baru dapat dilakukan secara privasi, dalam artian transaksi tersebut tidak diketahui oleh banyak orang sehingga mengakibatkan banyak orang tidak dapat mengetahui kapan dan bagaimana terjadinya transaksi Bitcoin tersebut.
  1. 2010
    Pada tahun 2010 ini, seorang programmer asal Florida yaitu Laszlo Hanyecz telah menukar 10.000 Bitcoin dengan dua buah pizza dari Papa Jhon’s. Saat itu harga Bitcoin masih kecil yaitu kira-kira bernilai $60 dan belum semua orang menerima kehadiran Bitcoin sebagai alat pembayaran maupun alat tukar. Hanyecz memperkirakan bahwa 10.000 Bitcoin itu cukup untuk membeli 2 buah pizza namun ternyata hari ini jumlah Bitcoin itu sudah mencapai lebih dari $5 juta (Rose, 2015).
  1. 2011
    Pada tahun 2011 telah bermunculan beberapa cyptocurrency lainnya seperti Litecoin dan Namecoin sebagai alternative pilihan selain Bitcoin. Popularitas cryptocurrency ditahun 2011 mulai naik seiring dengan bertambahnya jenis cryptocurrency lainnya. Namun pada akhir 2011, mimpi buruk di dunia cryptocurrency terjadi. (Charoenwong & Bernardi, 2021) menjelaskan bahwa pada akhir tahun 2011 telah terjadi peretasan secara besar-besaran pada Mt.Gox (dikenal sebagai Magic: The Gathering Online Exchange) yang menyebabkan 2.643 Bitcoin dicuri. Adapun nilai dari Bitcoin saat itu setara dengan $30.000. Meskipun jumlahnya relatif kecil, peretasan ini berhasil mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di bursa. Selama peretasan, diketahui bahwa komputer yang digunakan oleh salah satu auditor dari Mt.Gox telah  diretas, dan peretas (hacker) dapat mengubah harga Bitcoin menjadi USD 0,01. Setelah melakukan hal tersebut, peretas melanjutkan aksinya dengan cara membobol key private klien. Seperti yang kita ketahui bahwa private key memiliki fungsi sama seperti Pin pada akun bank kita. Jadi kalua private key bocor, maka uang kita akan hilang. Selanjutnya, peretas menggunakan akun klien tersebut untuk membuat pesanan penjualan dan membeli Bitcoin dengan harga palsu menggunakan akun lain. Akhirnya, peretas mampu mencuri lebih dari 2.000 BTC menggunakan metode ini. Kejadian ini jelas mempengaruhi reputasi Bitcoin sebagai aset investasi dan mempertanyakan keamanan dari system Bitcoin, selain itu meningkatnya kekhawatiran pengguna akibat buruknya perlindungan keuangan bagi pengguna yang akunnya diretas oleh peretas.
  1. 2013
    Kemudian pada tahun 2013, dunia mengalami gejolak ekonomi karna inflasi yang terjadi secara besar-besaran. Saat itu cryptocurrency mengalami kenaikan nilai sekitar $100 hingga $1.000 per koin dalam kurun waktu satu bulan. Namun tiga atau empat bulan setelahnya, nilai dari cryptocurrency mengalami penurunan hingga setengahnya tanpa penyebab yang jelas. Fluktuasi dari cryptocurrency ini terus berlanjut hingga tahun 2017. Menariknya fluktuasi dari cryptocurrency ini justru menarik perhatian banyak pihak, tak terkecuali media mainstream yang mengeluarkan Business Insider dengan judul ‘I’m Changing My Mind About Bitcoin”.
  1. 2017
    Meskipun sempat mengalami penurunan secara drastis, namun pada tahun 2017 nilai Bitcoin kembali tinggi. Dimana pada saat itu nilai Bitcoin dari $1.000 per koin naik menjadi hampir $20.000 per koin dalam hitungan bulan saja. Kenaikan ini menjadi awal mula popularitas Bitcoin kembali tinggi setelah kasus peretasan yang terjadi beberapa tahun sebelumnya (Corbet et al., 2018).
  1. 2021
    Tahun 2021 menjadi tahun terbaik bagi Bitcoin. Hal ini karena harga Bitcoin kembali melambung tinggi hingga menembus angka $51.591,15 per koin. Angka ini senilai dengan Rp. 735,3 juta dengan asumsi bahwa kurs Rp. 14.253 per dolar AS.

References:

  • Charoenwong, B., & Bernardi, M. (2021). A Decade of Cryptocurrency ‘Hacks’: 2011 – 2021. SSRN Electronic Journal, January, 2011–2021. https://doi.org/10.2139/ssrn.3944435
  • Corbet, S., Lucey, B., & Yarovaya, L. (2018). Datestamping the Bitcoin and Ethereum bubbles. Finance Research Letters, 26, 81–88. https://doi.org/10.1016/j.frl.2017.12.006
  • Manimuthu, A., V., R. S., & G., R. (2019). A Literature Review on Bitcoin: Transformation of Crypto Currency Into a Global Phenomenon. IEEE Engineering Management Review, 47(1), 28–35. https://doi.org/10.1109/EMR.2019.2901431
  • Rose, C. (2015). The Evolution Of Digital Currencies: Bitcoin, A Cryptocurrency Causing A Monetary Revolution. International Business & Economics Research Journal (IBER), 14(4), 617. https://doi.org/10.19030/iber.v14i4.9353
  • Taskinsoy, J. (2019). Bitcoin and Turkey: A Good Match or a Perfect Storm? SSRN Electronic Journal, January 2009, 1–23. https://doi.org/10.2139/ssrn.3477849

Images Sources: Google Images

Suma Anio Lui Alamsyah