Kesalahan-kesalahan dalam Akuntansi konvensional, biasanya ditemukan pada saat tahap audit (pemeriksaan) maupun pada saat tutup buku, sehingga membutuhkan perbaikan / koreksi manual yang memakan waktu dan biaya. Dengan adanya AI, akan mengurangi kebutuhan perbaikan yang ada. AI dapat mendeteksi yang ada, diproyeksikan ke depannya, selain memberikan rekoemndasi perbaikan, ada juga perbaikan yang langsung dilakukan.

Sehingga, AI meningkatkan akurasi teknis dari peran auditor, AI dapat meminimalisir pada ketergantungan terhadap koreksi manual. Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, koreksi dilaksanakan pada akhir, dengan adanya AI, maka pemeriksaan audit dapat dilakukan terus-menerus sehingga dapat meminimalisir kemungkinan kesalahan yang ada.

Tetapi yang perlu diingat Adalah peran akuntan tetap diperlukan untuk menjaga dan mengawasi data dan hasil yang diberikan AI. Setiap Keputusan yang nantinya diambil, harus memperhatikan etika dan kepatutan yang ada sehingga operasional dari organisasi tetap berjalan di jalan yang benar.