Keterbatasan data sering kali menjadi hambatan utama bagi organisasi dalam menyusun laporan keberlanjutan yang andal. Namun, panduan terbaru dari ACCA menegaskan bahwa kekurangan data kuantitatif yang solid tidak seharusnya menghalangi proses pelaporan. Dalam laporan berjudul Sustainability Reporting: Working with Estimates, ACCA memberikan panduan praktis tentang bagaimana organisasi dapat menggunakan estimasi yang wajar dan dapat dipertanggungjawabkan untuk menghasilkan informasi keberlanjutan yang tetap relevan bagi pengambilan keputusan.

Seiring berkembangnya standar dan regulasi pelaporan keberlanjutan secara global, metodologi pengukuran yang sepenuhnya seragam memang belum sepenuhnya mapan. Dalam kondisi tersebut, organisasi didorong untuk menggunakan asumsi yang masuk akal berdasarkan informasi pendukung yang tersedia, baik untuk menggambarkan kondisi saat ini maupun proyeksi masa depan. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan tetap bergerak maju dalam transparansi keberlanjutan, meskipun bekerja dengan data yang belum sempurna.

Laporan tersebut menguraikan beberapa pendekatan dalam menyusun estimasi keberlanjutan, seperti memanfaatkan data pihak ketiga atau data proksi, serta menurunkan informasi keberlanjutan dari data keuangan dan operasional yang sudah ada. Di saat yang sama, organisasi juga didorong untuk meningkatkan kualitas data secara bertahap melalui berbagai langkah strategis, termasuk meningkatkan pemahaman staf mengenai tujuan pengumpulan data, merancang sistem dan proses khusus untuk data keberlanjutan, mengintegrasikan sistem yang ada, menerapkan pengendalian internal, serta berkolaborasi dengan rantai nilai.

Meskipun pengukuran langsung dengan data berkualitas tinggi tetap menjadi tujuan jangka panjang, ACCA menekankan bahwa penggunaan estimasi bukanlah kelemahan selama dijelaskan secara transparan. Estimasi yang disusun dengan jelas, didukung asumsi yang rasional, dan direvisi secara berkala justru dapat menjadi pendekatan yang realistis dan efektif. Seiring meningkatnya pemahaman atas isu keberlanjutan, penyempurnaan asumsi, perbaikan sistem, dan ketersediaan data yang lebih baik, kualitas informasi yang dihasilkan pun akan semakin meningkat.

Dengan demikian, laporan ini mengirimkan pesan penting: jangan menunda pelaporan keberlanjutan hanya karena data belum sempurna. Pendekatan berbasis estimasi yang terus diperbaiki secara iteratif dapat menjadi langkah awal yang kuat menuju transparansi dan pengambilan keputusan yang lebih berkelanjutan.

 

Referensi:

  • ACCA (2026, February 25). Don’t be deterred by a lack of hard data, says ACCA guidance on sustainability reporting. https://www.accaglobal.com/gb/en/news/2026/February/working-with-estimates.html