Investasi global dalam model bisnis ekonomi sirkular menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, tetapi alokasi modal masih belum optimal untuk solusi berdampak tinggi. Berdasarkan Circularity Gap Report (CGR®) Finance yang dirilis di Amsterdam pada 30 Juni 2025, perusahaan yang bergerak di sektor ekonomi sirkular berhasil menghimpun hampir US$164 miliar sepanjang periode 2018 hingga 2023. Investasi meningkat sebesar 87% pada periode 2021–2023 dibandingkan tiga tahun sebelumnya, mencerminkan meningkatnya minat investor dan semakin kuatnya argumen bisnis bagi ekonomi sirkular. Meski demikian, sebagian besar dana masih mengalir ke solusi konvensional seperti perbaikan kendaraan, penjualan kembali barang elektronik, dan daur ulang, sementara inovasi dengan potensi dampak lingkungan terbesar masih minim pendanaan.

Laporan ini merupakan studi empiris global pertama yang secara kuantitatif memetakan arus keuangan menuju model bisnis sirkular, seperti penyewaan, perbaikan, dan penggunaan kembali produk. Disusun oleh organisasi dampak berbasis Amsterdam, Circle Economy, bekerja sama dengan KPMG International serta didukung oleh International Finance Corporation (IFC), laporan ini mengungkap bahwa meskipun investasi dalam ekonomi sirkular meningkat dari US$10 miliar pada 2018 menjadi US$28 miliar pada 2023—bahkan sempat mencapai puncak US$42 miliar pada 2021—tren tersebut belum kembali melampaui level tertingginya. Selain itu, investasi sirkular masih hanya merepresentasikan sekitar 2% dari total modal yang terlacak dalam cakupan laporan ini, menunjukkan potensi besar yang belum dimanfaatkan.

Temuan laporan juga menegaskan bahwa model bisnis sirkular mampu memberikan imbal hasil yang disesuaikan dengan risiko (risk-adjusted returns), sekaligus membuka pasar baru dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya. Dalam konteks meningkatnya risiko gangguan rantai pasok, kelangkaan material, serta ketidakstabilan geopolitik, ekonomi sirkular dipandang sebagai strategi penting untuk mengelola risiko sumber daya. Namun, hanya 4,7% dari total investasi yang mengalir ke inovasi desain dan produksi yang berpotensi menghilangkan limbah sejak awal proses, padahal solusi inilah yang memiliki dampak struktural terbesar dalam mengurangi tekanan lingkungan.

Secara global, tingkat sirkularitas ekonomi dunia saat ini baru mencapai 6,9%, dan kesenjangan sirkularitas terus melebar. Oleh karena itu, pengalihan pembiayaan dari aktivitas linear ke model sirkular menjadi langkah krusial untuk membalikkan tren tersebut. Laporan ini mendorong investor dan lembaga keuangan untuk memperbarui kerangka penilaian risiko dan valuasi agar lebih mencerminkan nilai jangka panjang produk yang tahan lama, dapat diperbaiki, atau digunakan kembali. Regulator keuangan juga didorong untuk menetapkan

standar pelaporan dan metrik ekonomi sirkular yang lebih jelas, serta mengintegrasikan risiko sumber daya dalam uji ketahanan keuangan.

Kesimpulannya, meskipun momentum investasi ekonomi sirkular telah terbentuk dan semakin dipahami di tingkat pimpinan perusahaan, skala dan fokus pendanaan masih perlu ditingkatkan. Tanpa pergeseran modal yang lebih signifikan menuju inovasi sirkular berdampak tinggi, peluang untuk membangun sistem ekonomi yang lebih tangguh, efisien, dan berkelanjutan akan terus tertunda. Dukungan kebijakan yang terarah, pembaruan kerangka keuangan, dan komitmen kolektif lintas sektor menjadi kunci untuk mempercepat transformasi menuju ekonomi sirkular global.

Referensi:

  • KPMG. (2025). Circular economy investment has surged since 2018, but high-impact solutions remain underfunded. https://kpmg.com/xx/en/media/press-releases/2025/06/circular-economy-investment-has-surged-since-2018-but-high-impact-solutions-remain-underfunded.html