Stock Market Cycle merupakan pergerakan peristiwa atau kondisi dari pasar saham yang terus berulang dari waktu ke wakt. Terdapat beberapa faktor-faktor penting, seperti kondisi ekonomi, suku bunga, berita, fundamental, dan lain sebagainya. Faktor-faktor inilah yang akan mempengaruhi Stock Market Cycle. Berikut merupakan 4 tahapan utama dari stock market cycle:

1. Accumulation (Akumulasi)

Kondisi tersebut terjadi pada saat harga saham rendah dikarenakan pasar turun cukup lama (bear market) diikuti dengan keadaan pasar yang mulai stabil. Meskipun sentiment pasar masih negatif, beberapa investor pintar sudah mulai untuk mengakumulasi peluang yang ada (mengambil pada harga rendah). Contohnya, setelah krisis 2008 berlalu memasuki 2009-2010 pasar saham mulai kembali naik dan investor besar mulai masuk di harga rendah.

2. Mark-up Phase (Fase Kenaikan)

Dikarenakan investor-investor besar mulai masuk, volume perdagangan akan meningkat yang menyebabkan harga mulai naik secara konsisten. Biasanya pada kondisi pasar saat ini, investor dan retail mulai masuk untuk ikut mengambil keuntungan sehingga mencapai “Rising Trend Channel”. Contohnya pada tahun 2010-2019, pasar saham global terus mengalami peningkatan setelah krisis besar pada 2008 berlalu bahkan mencetak rekor yang baru.

3. Distribution Phase (Fase Distribusi)

Kondisi pasar semakin lama semakin meningkat dan disini biasanya banyak investor-investor yang “FOMO” hingga mencapai titik harga puncak (Peak). Ketika harga sudah

mencapai puncak, kondisi pasar akan mulai bergerak mendatar (sideways). Investor-investor besar mulai mengambil keuntungan (Take Profit) dan sentiment pasar masih sangat positif. Contohnya pada awal tahun 2020 sebelum pandemi COVID-19 yang mana pasar berada di level tertinggi sebelum terjadi penurunan yang tajam.

4. Mark-down Phase (Fase Penurunan)

Disinilah harga saham mulai mengalami penurunan yang tajam menyebabkan banyak investor “panic selling” dan sentiment pasar berubah menjadi negatif. Selain itu, banyak investor nyangkut dengan “behavioral finance” mereka. Kenyataannya, kondisi pasar tersebut akan terus melemah dan akhirnya membentuk titik terbawah (Through) yang baru. Contohnya, pada Maret 2020 yang mana kasus pandemi menyebabkan pasar global mengalami penurunan yang sangat tajam (market crash).

Setelah itu siklus akan terus berulang mulai dari awal lagi. Intinya, kita sebagai investor harus tetap menganalisis pasar terlebih dahulu sebelum invest jangan hanya karena FOMO dan berita-berita yang positif atau optimis terhadap saham tersebut serta tidak usah “dipaksakan” untuk masuk jika sudah ketinggalan kereta. Jangan mau menjadi yang “memakan” umpan, tetapi jadilah yang “memberi” umpan.

 

Referensi:

  • Bickerton, D. (2024). Market cycle – overview, how to determine, phases | wall street oasis. Wall Street Oasis. https://www.wallstreetoasis.com/resources/skills/trading-investing/market-cycle
  • Kenton, W. (2025). Understanding market cycles: Phases, functionality, and types. Investopedia. https://www.investopedia.com/terms/m/market_cycles.asp
  • Schwab.com. (2025). The four stages of the stock market cycle. Schwab Brokerage. https://www.schwab.com/learn/story/four-stages-stock-market-cycles