People Innovation Excellence
 

Status Konvergensi IFRS – PSAK

Ringkasan dari “Workshop 2014 PSAK Update” yang dipresentasikan oleh Ibu Rosita Uli Sinaga.

Bu Rosita

Update status konvergensi IFRS di Indonesia yang dibawakan oleh Ibu Rosita Uli Sinaga terbagi menjadi empat topik pembahasan, yaitu: status konvergensi IFRS – PSAK, PSAK updates – konvergensi gelombang kedua, agenda DSAK IAI tahun 2014, dan IFRS updates.

  1. Status konvergensi IFRS – PSAK

Tahun 2014 merupakan konvergensi gelombang kedua bagi Indonesia dalam mengadopsi IFRS.

Pada konvergensi IFRS Fase Satu (2008 – 2012), per 1 Desember 2012 DSAK IAI telah menerbitkan: 40 PSAK, 20 ISAK, 11 PPSAK berikut revisi terkait serta 10 PSAK Syariah. DSAK IAI juga menerbitkan PSAK non – IFRS, seperti:

  1. PSAK 28: Akuntansi Kontrak: Asuransi Kerugian
  2. PSAK 36: Akuntansi Kontrak Asuransi Jiwa
  3. PSAK 38: Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali
  4. PSAK 45: Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba
  5. ISAK 25: Hak atas Tanah
SAK 1 Januari 2012 = IFRS 1 Januari 2009 (Gap 3 Tahun)

Setelah fase satu berakhir, Indonesia menuju fase kedua (2012-2015). Pada fase ini pun Indonesia belum mengambil keputusan untuk mengadopsi penuh IFRS.

SAK efektif 1 Januari 2015 = IFRS efektif 1 Januari 2014 (Gap 1 Tahun)
  1. PSAK updates – Konvergensi gelombang kedua

Beberapa PSAK dan ISAK yang disahkan pada tahap konvergensi gelombang kedua, yaitu:

  1. Pengesahan tanggal 12 Juli 2013:

–          ISAK 27: Pengalihan Aset dari Pelanggan

–          ISAK 28: Pengakhiran Liabilitas Keuangan dengan Instrumen Ekuitas

–          ISAK 29: Biaya Pengupasan Lapisan Tanah Tahap Produksi pada Tambang Terbuka

–          PPSAK 12: Pencabutan PSAK 33 (PSAK untuk Industri Pertambangan).

  1. Pengesahan tanggal 19 Desember 2013

–          PSAK 1 (2013): Penyajian Laporan Keuangan

–          PSAK 4 (2013): Laporan Keuangan Tersendiri

–          PSAK 15 (2013): Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama

–          PSAK 24 (2013): Imbalan Kerja

–          PSAK 65: Laporan Keuangan Konsolidasian

–          PSAK 66: Pengaturan Bersama (menggantikan PSAK 11 dan PSAK 12)

–          PSAK 67: Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain

–          PSAK 68: Pengukuran Nilai Wajar

  1. Pengesahan tanggal 24 April 2014

–          PSAK 46 (2014): Pajak Penghasilan

–          PSAK 48 (2014): Penurunan Nilai Aset

–          PSAK 50 (2014): Instrumen Keuangan: Penyajian

–          ISAK 26 (2014): Penilaian Ulang Derivatif Melekat

–          ISAK 25 (2014): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran

–          PSAK 60 (2014): instrument Keuangan: Pengungkapan

  1. Pengecualian (Per 2014)

–          IFRS 1 First Time Adoption of International Financial Reporting Standards – Menunggu adopsi penuh IFRS

–          IFRS 9 Financial Instruments – Menunggu finalisasi IFRS 9 secara utuh

–          IAS 41 Agriculture – menunggu finalisasi pembahasan IASB atas amademen IAS 41 (estimasi kuartal ketiga 2014).

–          IFRIC 15 Agreements for the Construction of Real Estate – IASB telah menerbitkan IFRS 15 Revenue from Contracts with Customers (26 Mei 2014) yang akan mencabut IFRIC 15.

–          IFRIC 21 Levies – dalam pembahasan dan akan mengikuti perkembangan penerapan yuridiksi lain.

 

  1. Agenda DSAK IAI tahun 2014

 

  1. Penerbitan buku SAK kompilasi 1 Juli 2014:

–          Mencakup seluruh PSAK dan ISAK yang sudah/akan berlaku efektif 1 Januari 2015

–          Format paragraph PSAK dan ISAK yang sudah diseusuaikan dengan format IFRS.

  1. Kajian atas isu akuntansi di Indonesia

–          Topik 1: Pilar SAK di Indonesia

–          Topik 2: SAK Nirlaba di Indonesia

  1. Analisis atas IFRS baru/revisi

–          IFRS 14 Regulatory Deferral Accounts (terbit Januari 2014, efektif 1 Januari 2016)

–          IFRS 15 Revenue from Contracts with Customers (terbit Mei 2014, efektif 1 Januari 2017)

–          Revisi IAS 19 Employee Benefits terkait iuran pekerja dalam program manfaat pasti (terbit Desember 2013, efektif 1 Juli 2014).

–          Annual improvements 2010 – 2012 dan 2011 – 2013

  1. Mengikuti perkembangan pembahasan ED IFRS, diantaranya: Financial Instruments (IFRS 9), Leases, dan Insurance Contracts.
  2. Working Group DSAK IAI dan OJK mengenai Dampak IFRS 9 dan PSAK 68 (IFRIC 13) Terhadap Industri Keuangan di Indonesia

Wacana Kerjasama DSAK IAI dan OJK dalam penyusunan:

–          Standar akuntansi keuangan mikro

–          Produk untuk mengatur akuntansi Lembaga Keuangan Mikro sebagai dampak berlakunya UU LKM Mikro.

 

  1. IFRS updates

Beberapa IFRS Updates baik standar baru dan amandemen yang telah berlaku efektif dan yang belum berlaku efektif:

v    Daftar IFRS updates yang telah berlaku efektif

Standar Tanggal Efektif
IFRS 13 Fair Value Measurement 1 Januari 2013
The package of five:–          IFRS 10 Consolidated financial statements–          IFRS 11 Joint arrangements

–          IFRS 12 Disclosure of Interests in other entities

–          IAS 27 Separate financial statements (Revisi 2011)

–          IAS 28 Investments in associates and joint ventures (Revisi 2011)

1 Januari 2013
IAS 19 Employee Benefits (Revisi 2011) 1 Januari 2013
Amandemen IFRS 1 First Time Adoption of International Financial Reporting Standards, terkait dengan:-          Government Loans–          Presentation of items of other comprehensive income 1 Januari 2013
Amandemen IFRS 7 Financial Instruments: Disclosures dan IAS 32 – Financial instruments: Presentation, mengenai Offsetting financial assets and financial liabilities and the related disclosures 1 Januari 2013
IFRIC 20 Stripping costs in the production phase of a surface mine 1 Januari 2013
Annual Improvement to IFRSs 2009-2011 Cycle, termasuk didalamnya merupakan amandemen untuk beberapa standar berikut:-          IFRS 1 First-time Adoption of International Financial Reporting Standards, terkati dengan repeated application of IFRS 1 dan borrowing costs–          IAS 1 Presentation of financial statements mengenai clarification of the requirements for comparative information

–          IAS 16 Property, plant and equipment mengenai classification of servicing equipment

–          IAS 32 Financial Instruments: Presentation mengenai tax effecr of distribution to holders of equity instruments

–          IAS 34 Interim financial reporting mengenai Interim financial reporting and segment information for total assets and liabilities

1 Januari 2013
IFRIC 21: Levies 1 Januari 2014
Amandemen IFRS 10 Consolidated financial statements, IFRS 12 Disclosure of interest in other entities, dan IAS 27 Separate financial statements mengenai investments entities 1 Januari 2014
IAS 32 Financial instruments: Presentations mengenai offsetting financial assets and financial liabilities 1 Januari 2014
IAS 36 Impairment of assets, mengenai recoverable amount disclosures for non-financial asset 1 Januari 2014
IAS 39 Financial instruments: Recognition and Measurement, mengenai novation of derivatives and continuation of hedge accounting 1 Januari 2014

 

v    Daftar IFRS updates yang belum berlaku efektif

Standar Tanggal Efektif
Annual Improvements atas IFRSs 2010-2012, termasuk didalamnya merupakan amandemen untuk beberapa standar berikut:-          IFRS 2 Shared based payments mengenai definition of vesting condition–          IFRS 3 Business combinations mengenai accounting for contingent consideration in a business combination

–          IFRS 8 Operating segment mengenai:

a. aggregation of operating segment, dan

b. reconciliation of the total of the reportable segments’ assets to the entity’s assets

–          IFRS 13 Fair value measurement mengenai short term receivables and payables

–          IAS 16 Property, plant, and equipment dan IAS 38 Intangible asset mengenai revaluation method: proportionate restatement of accumulated depreciation/amortisation

–          IAS 24 related party disclosures mengenai key management personnel

1 Juli 2014
Annual Improvements to IFRS 2011-2013, termasuk didalamnya merupakan amandemen untuk beberapa standar berikut:-          IFRS 1 First-time Adoption of International Financial Reporting Standards mengenai effective IFRS–          IFRS 3 Business Combinations mengenai scope of exception for joint ventures

–          IFRS 13 Fair Value Measurement mengenai scope of portfolio exception (paragraph 52)

–          IAS 40 Investment property mengenai interrelationship between IFRS 3 dan IAS 40

1 Juli 2014
IFRS 14 Regulatory Deferral Accounts issued 1 Januari 2016
Amandemen IAS 16 Property, plant, and equipment dan IAS 41 Agriculture mengenai bearer plants 1 Januari 2016
Amandemen IFRS 11 Joint arrangements mengenai IFRS 11 Joint arrangements 1 Januari 2016
Amandemen IAS 27 Separate financial statements mengenai equity method in separate financial statements 1 Januari 2016
IFRS 15 Revenue from Contracts with Customers issued 1 Januari 2017
IFRS 9 Financial Instruments (Complete standard) 1 Januari 2018

Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close