Bunga merupakan salah satu hal yang sering kita temui dalam aktivitas keuangan, mulai dari menabung, berinvestasi, hingga meminjam uang. Metode perhitungan dari bunga itu sendiri tidak selalu sama. Dua jenis yang cukup umum dikenal adalah bunga sederhana (simple interest) dan bunga majemuk (compound interest). Keduanya memiliki cara perhitungan yang berbeda dan dapat memengaruhi jumlah uang yang diterima atau dibayarkan.
Bunga sederhana adalah bunga yang dihitung berdasarkan jumlah pokok awal. Artinya, bunga yang diperoleh atau dibayarkan pada setiap periode tetap sama selama jumlah pokok, suku bunga, dan periode perhitungannya tidak berubah.
Contoh:
Tuan A menabung di sebuah Bank dengan nominal Rp1.000.000, dengan bunga sederhana sebesar 5% per tahun. Dalam satu tahun, Tuan A akan memperoleh bunga Rp50.000. Jika uang tersebut disimpan selama tiga tahun dengan ketentuan yang sama, total bunga yang diperoleh menjadi Rp150.000. Maka, jumlah uang pada akhir tahun ketiga yaitu sebesar Rp1.150.000.
Berbeda dengan bunga sederhana, bunga majemuk merupakan bunga yang dihitung berdasarkan jumlah pokok awal ditambah bunga yang telah terkumpul pada periode sebelumnya. Dengan kata lain, bunga yang diperoleh juga dapat menghasilkan bunga pada periode berikutnya.
Contoh:
Tuan A menyimpan uang sebesar Rp1.000.000 dengan bunga majemuk sebesar 5% per tahun. Pada tahun pertama, bunga yang diperoleh oleh Tuan A sebesar Rp50.000 sehingga saldo menjadi Rp1.050.000. Pada tahun kedua, bunga dihitung dari saldo tersebut, sehingga bunga yang diperoleh menjadi Rp52.500. Saldo pun meningkat menjadi Rp1.102.500. Begitupun cara yang sama untuk tahun-tahun berikutnya.
Jika uang tersebut terus disimpan hingga tahun ketiga, jumlah akhirnya menjadi Rp1.157.625. Nilainya tentu lebih besar dibandingkan bunga sederhana karena perhitungan bunga dilakukan berdasarkan saldo yang terus bertambah.
Perbedaan utama antara bunga sederhana dan bunga majemuk terletak pada dasar perhitungannya. Bunga sederhana hanya menggunakan jumlah pokok awal, sedangkan bunga majemuk memperhitungkan pokok beserta bunga yang telah terkumpul. Dalam jangka waktu yang sama, dengan suku bunga dan pokok awal yang sama, bunga majemuk umumnya menghasilkan nilai akhir yang lebih besar setelah lebih dari satu periode. Semakin lama uang disimpan, semakin besar pula potensi perbedaan hasilnya.
Referensi:
- Bisma, L. (2023, September 17). Rumus Bunga Majemuk dan Cara Menghitungnya | Matematika Kelas 11. Belajar Gratis Di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru. https://www.ruangguru.com/blog/cara-menghitung-bunga-majemuk
- Picardo, E. (2023, August 22). Learn about simple and compound interest. Investopedia. https://www.investopedia.com/articles/investing/020614/learn-simple-and-compound-interest.asp
- Blog TMRW | UOB TMRW. (n.d.). https://www.uob.co.id/personal/tmrw/blog/gayahidup/suku-bunga-sederhana-vs-suku-bunga-majemuk-apa-bedanya.page
