Dalam pelaksanaan diagnostic analytics sendiri, memiliki bebagai macam Teknik untuk menghindari Kesimpulan atau asumsi. Diagnostic analytics dapat dilakukan menggunakan teknik sederhana maupun metode statistik yang lebih kompleks. Pemilihan teknik harus disesuaikan dengan pertanyaan bisnis dan karakteristik data. Untuk tekniknya diantaranya ada:
- Drill-Down Analysis
Drill-down digunakan untuk berpindah dari informasi agregat menuju data yang lebih terperinci. Sebagai contoh, penurunan laba dapat ditelusuri dari kelompok pendapatan dan biaya, kemudian ke unit usaha, produk, pelanggan, hingga transaksi individual.
- Variance Analysis
Variance analysis membandingkan hasil aktual dengan anggaran, forecast, standar, atau periode sebelumnya. Dalam management accounting, analisis ini dapat mencakup price variance, volume variance, efficiency variance, spending variance, dan mix variance.
- Trend Analysis
Trend analysis digunakan untuk melihat pergerakan suatu indikator dari waktu ke waktu. Teknik ini dapat membantu menemukan kapan perubahan mulai terjadi, apakah perubahan bersifat sementara atau berulang, dan apakah terdapat pola musiman.
- Segmentation
Data dikelompokkan berdasarkan dimensi tertentu, seperti pelanggan, vendor, produk, cabang, cost center, atau jenis transaksi. Segmentasi membantu menemukan apakah masalah terkonsentrasi pada kelompok tertentu.
- Correlation Analysis
Analisis korelasi digunakan untuk mengukur hubungan antara dua atau lebih variabel. Sebagai contoh, perusahaan dapat menguji apakah peningkatan volume produksi bergerak bersama dengan kenaikan biaya pemeliharaan.
Namun, hubungan statistik tidak selalu menunjukkan hubungan sebab-akibat. Dua variabel dapat bergerak bersama karena dipengaruhi faktor ketiga atau hanya terjadi secara kebetulan. Oleh sebab itu, korelasi harus diperlakukan sebagai petunjuk untuk investigasi, bukan bukti sebab-akibat secara otomatis.
- Root Cause Analysis
Root cause analysis digunakan untuk menelusuri penyebab mendasar dari suatu masalah. Teknik seperti 5 Whys dapat membantu analis mengajukan pertanyaan “mengapa” secara bertahap sampai penyebab dasar ditemukan. Pendekatan lain seperti fishbone diagram dapat mengelompokkan kemungkinan penyebab berdasarkan manusia, proses, sistem, kebijakan, data, dan faktor eksternal.
- Anomaly Detection
Anomaly detection digunakan untuk menemukan transaksi atau pola yang berbeda secara signifikan dari kondisi normal. Dalam accounting, contohnya adalah nilai jurnal yang tidak biasa, transaksi berulang dengan jumlah sama, posting pada tanggal tertentu, atau perubahan saldo yang tidak konsisten dengan aktivitas bisnis.
Anomali bukan bukti kesalahan atau fraud. Anomali merupakan indikator yang perlu divalidasi dengan dokumen, otorisasi, dan konteks transaksi.
