Perkembangan teknologi telah menyebabkan volume, variasi, dan kecepatan data keuangan meningkat secara signifikan. Data accounting kini tidak hanya berasal dari jurnal dan laporan keuangan, tetapi juga dari sistem ERP, transaksi penjualan, perbankan, perpajakan, pengadaan, persediaan, hingga aplikasi operasional lainnya. Dalam kondisi tersebut, pemeriksaan manual saja tidak lagi memadai. Analytics dibutuhkan untuk mengintegrasikan, mengolah, dan menyajikan data secara cepat dan sistematis, sementara analysis diperlukan untuk menilai apakah informasi yang dihasilkan relevan, wajar, dan sesuai dengan kondisi bisnis.
Oleh karena itu, organisasi modern memerlukan kombinasi keduanya:
- Analytics membantu menemukan pola dan informasi dari data dalam jumlah besar.
- Analysis membantu memahami arti dan implikasi bisnis dari informasi tersebut.
- Keduanya bersama-sama mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih cepat, akurat, dan berbasis data.
Di era Accounting 4.0, kemampuan accountant tidak lagi terbatas pada penyusunan laporan keuangan. Seorang profesional accounting dituntut mampu membaca data, memanfaatkan teknologi analytics, dan melakukan analysis yang menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan.
Penggunaan analytics juga membantu tim accounting beralih dari proses yang bersifat reaktif menjadi lebih proaktif. Jika sebelumnya accountant baru mengetahui adanya masalah setelah laporan akhir bulan selesai, dashboard dan sistem monitoring dapat memberikan peringatan lebih awal ketika terjadi kenaikan biaya, penurunan margin, keterlambatan pembayaran pelanggan, atau transaksi yang tidak biasa. Namun, peringatan tersebut belum dapat langsung dijadikan keputusan. Accountant tetap harus melakukan analysis untuk mengidentifikasi penyebab utama, menilai tingkat materialitas, dan menentukan tindakan yang paling tepat.
Pada akhirnya, perusahaan yang hanya melakukan analysis akan menghadapi keterbatasan dalam memproses data yang besar dan kompleks. Sebaliknya, perusahaan yang hanya mengandalkan analytics berisiko menerima hasil sistem tanpa memahami konteks dan keterbatasannya. Oleh karena itu, accounting modern membutuhkan keseimbangan antara kemampuan teknologi dan pertimbangan profesional manusia. Analytics menghasilkan informasi secara cepat dan terukur, sedangkan analysis mengubah informasi tersebut menjadi pemahaman, keputusan, dan tindakan yang bernilai bagi perusahaan.
