Loading
Loading...
Menu BINUS

Analytics vs Analysis dalam Accounting (3)

Dalam penerapannya sendiri, analytics dan analysis dalam accounting memiliki beberapa perbedaan, diantaranya: 

  1. Analisis Profitabilitas

Sistem analytics dapat mengolah data penjualan dan biaya dari berbagai cabang perusahaan untuk menghasilkan dashboard profitabilitas secara otomatis. 

Setelah dashboard tersedia, tim finance melakukan analysis untuk menjawab pertanyaan berikut: 

  • Mengapa margin laba menurun? 
  • Produk mana yang memberikan kontribusi laba terbesar? 
  • Cabang mana yang memiliki efisiensi operasional paling rendah? 
  1. AnalisisPiutang Usaha (Accounts Receivable) 

Analytics mampu menghasilkan laporan aging piutang secara real-time, termasuk prediksi pelanggan yang berpotensi terlambat membayar. 

Selanjutnya, analysis dilakukan untuk memahami faktor penyebab penurunan collection rate dan menentukan strategi penagihan yang lebih efektif. 

  1. Audit dan Fraud Detection

Dalam audit modern, analytics digunakan untuk meninjau seluruh populasi transaksi dan mengidentifikasi transaksi yang tidak lazim, seperti: 

  • Duplikasi pembayaran. 
  • Transaksi di luar jam operasional. 
  • Jurnal dengan nilai tidak wajar. 
  • Perubahan master data vendor secara mendadak. 

Kemudian auditor melakukan analysis terhadap transaksi yang ditandai sistem untuk menentukan apakah terdapat kesalahan, kelemahan kontrol internal, atau indikasi fraud. 

  1. Cash Flow Forecasting

Analytics menggunakan data historis untuk memprediksi arus kas masa depan melalui model statistik dan algoritma prediktif. 

Tim finance kemudian melakukan analysis untuk mengevaluasi dampak prediksi tersebut terhadap kebutuhan modal kerja, investasi, maupun strategi pendanaan perusahaan. 

Penerapan analytics dan analysis dalam accounting menunjukkan bahwa kedua pendekatan tersebut tidak dapat dipisahkan. Analytics membantu perusahaan mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan data keuangan secara lebih cepat, sistematis, dan terotomatisasi, sedangkan analysis diperlukan untuk menafsirkan hasil pengolahan data tersebut berdasarkan konteks bisnis dan prinsip akuntansi. Melalui kombinasi keduanya, perusahaan dapat memahami penyebab perubahan profitabilitas, mengendalikan piutang, mendeteksi transaksi tidak wajar, serta memperkirakan kebutuhan arus kas dengan lebih baik. Dengan demikian, data accounting tidak hanya berfungsi sebagai catatan historis atau pemenuhan kewajiban pelaporan, tetapi juga menjadi sumber insight strategis untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat, responsif, dan berkelanjutan. 

 

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.