Loading
Loading...
Menu BINUS

Auditor Berbasis Teknologi Sebagai Guardian of Trust Dalam Memberantas Kecurangan

Perkembangan dunia industri memberikan banyak dampak kemajuan pada kehidupan masyarakat, khususnya pada pertumbuhan perekonomian negara melalui transaksi perputaran keuangan dari penjual kepada pembeli seturut dengan permintaan dan penawaran (Supply and Demand) yang diberikan. Manufaktur, Telekomunikasi, Lembaga Keuangan, dan lainnya menjalani kegiatan berdasarkan dengan visi dan tujuan yang ingin dicapai dengan memfokuskan pada peningkatan performa yang meningkatkan kepuasan pelanggan serta mampu bersaing terhadap kompetitor (Stankovic et al., 2021).

Kemajuan teknologi meningkatkan percepatan pada proses yang berjalan di organisasi, dimana bila melihat dari perspektif Akuntansi, perusahaan mampu mengelola kinerja secara efisien dengan memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk menghasilkan jumlah produksi maupun performa yang lebih besar daripada saat dijalankan secara manual (Ngowella et al., 2022). Namun, disisi lain penting bagi organisasi dalam memperhatikan potensi kinerja teknologi modern seperti big data, Artificial Intelligence, Internet of Things, dan teknologi lainnya yang berdampak pada penurunan performa bisnis yang diakibatkan oleh salah saji / misinterpretation of information melalui penerapan AI yang menghasilkan informasi salah akibat pengambilan pada data yang belum lengkap atau error (Monteith et al., 2024). Perusahaan dalam memastikan kinerja yang adaptif serta proses pengambilan keputusan yang memadai membutuhkan landasan agar tidak salah ambil keputusan, sehingga laporan keuangan yang melakukan pencatatan atas pengelolaan arus kas masuk dan keluar serta transaksi yang berjalan, dimana saat ini penyajian laporan keuangan telah sepenuhnya terintegrasi pada penggunaan teknologi (Collins Kindzeka, 2023).

Menghadapi hal tersebut, Auditor sebagai praktisi yang bertujuan untuk menjaga integritas dan kebenaran atas penyajian informasi keuangan perlu beradaptasi terhadap kemajuan zaman agar tidak dilangkahi oleh pelaku kejahatan yang telah beradaptasi dengan kemampuan teknologi, seperti maraknya hacking, Trojan Horse, Malware, dan pencurian data lainnya yang merugikan perusahaan maupun pelanggan (Kurniawan & Mulyawan, 2023). Pada penelitian (Maharani et al., 2025) menemukan bahwa teknologi memiliki peranan yang sangat mendukung Auditor dalam memberantas kejahatan (Fraud Detection) dengan kemampuan serta kapabilitas Auditor professional dalam mengakses teknologi yang juga didukung kewaspadaan Auditor dalam menyimpan, mengolah, dan menginterpretasikan data informasi sebagai bagian di laporan Audit. Penting bagi Auditor dalam menjalani kegiatan investigasi untuk mengembangkan forensic accounting skills untuk berpikir seperti detektif dalam menjalani investigasi secara menyeluruh, khususnya pada client yang telah mengadopsi teknologi. Dengan memiliki digital skills, berpotensi meningkatkan performa Audit yang berpikir secara kritis, memperkuat komunikasi antar tim, hingga memiliki ketangkasan untuk bertindak cepat saat menghadapi masalah. Hal tersebut akan berdampak pada Audit Quality yang mencerminkan beberapa kualitas seperti Due Professional Care, compliance on ethics, independence, dan kemampuan lain yang meningkatkan public trust.

REFERENSI

  • Collins Kindzeka, K. (2023). Impact of Artificial Intelligence on Accounting, Auditing and Financial Reporting. American Journal of Computing and Engineering, 6(1). https://doi.org/10.47672/ajce.1433
  • Kurniawan, Y., & Mulyawan, A. N. (2023). The Role of External Auditors in Improving Cybersecurity of the Companies through Internal Control in Financial Reporting. Journal of System and Management Sciences, 13(1), 485–510. https://doi.org/10.33168/JSMS.2023.0126
  • Maharani, S. M., Gartiwa, K. Z., & Mulyawan, A. N. (2025). Enhancing fraud detection based on technology to improve auditor ’ s performance in greater Jakarta area. 9(7), 1166–1175. https://doi.org/10.55214/25768484.v9i7.8843
  • Monteith, S., Glenn, T., Geddes, J. R., Whybrow, P. C., Achtyes, E., & Bauer, M. (2024). Artificial intelligence and increasing misinformation. British Journal of Psychiatry, 224(2), 33–35. https://doi.org/10.1192/bjp.2023.136
  • Ngowella, G. D., Loua, L. R., & Suharnomo, S. (2022). A Review on Cyberloafing: The Effects of Social Platforms on Work Performance. Asia Pacific Fraud Journal, 7(1), 27. https://doi.org/10.21532/apfjournal.v7i1.249
  • Stankovic, J. J., Marjanovic, I., Drezgic, S., & Popovic, Z. (2021). The digital competitiveness of european countries: A multiple-criteria approach. Journal of Competitiveness, 13(2), 117–134. https://doi.org/10.7441/JOC.2021.02.07
Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.