Dalam pemeriksaan fraud, perubahan kekayaan seseorang terkadang tidak sejalan dengan penghasilan yang diketahui. Seseorang bisa saja memiliki aset baru, melakukan investasi, atau mengeluarkan uang dalam jumlah besar, sementara penghasilan yang dilaporkan tidak cukup untuk menjelaskan semua itu. Kondisi seperti ini dapat menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam fraud examination. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah Net Worth Method.
Net Worth Method pada dasarnya membandingkan kondisi keuangan pada awal dan akhir periode. Misalnya, seseorang memiliki beginning net worth sebesar Rp3 miliar dan meningkat menjadi Rp6,5 miliar pada akhir periode. Artinya, terdapat peningkatan kekayaan sebesar Rp3,5 miliar. Jika selama periode tersebut terdapat pengeluaran pribadi sebesar Rp1 miliar, maka dana yang perlu dijelaskan menjadi Rp4,5 miliar. Apabila sumber dana yang berhasil diverifikasi hanya Rp3 miliar, terdapat financing gap sebesar Rp1,5 miliar.
Dalam proses pemeriksaan ini, beberapa informasi yang diperlukan adalah bank records, property records, investment records, loan documents, tax records, dan business records. Informasi tersebut membantu investigator menelusuri bagaimana aset diperoleh, dari mana dana berasal, serta apakah penghasilan yang dilaporkan mampu menjelaskan perubahan kekayaan dan pengeluaran selama periode tertentu.
Misalnya, net worth seseorang meningkat dari Rp2,5 miliar menjadi Rp6 miliar sehingga terdapat kenaikan Rp3,5 miliar. Setelah ditambah pengeluaran pribadi Rp800 juta, kebutuhan dana menjadi Rp4,3 miliar. Jika penghasilan yang dapat diverifikasi hanya Rp2,8 miliar, terdapat financing gap Rp1,5 miliar. Namun, setelah ditemukan pinjaman Rp500 juta dan hasil penjualan kendaraan Rp200 juta, selisih tersebut berkurang menjadi Rp800 juta. Proses pemeriksaan kemudian dilanjutkan untuk mencari penjelasan atas jumlah yang masih belum diketahui yaitu sebesar Rp800 juta.
Hal yang juga perlu diperhatian dalam penerapan Net Worth Method adalah previous savings. Tabungan atau kekayaan yang sudah dimiliki sebelum periode pemeriksaan dapat menjadi sumber dana yang sah dan tidak boleh diabaikan. Investigator perlu melihat kondisi keuangan secara menyeluruh, bukan hanya membandingkan penghasilan pada tahun berjalan dengan aset yang baru diperoleh.
Net Worth Method bukan merupakan bukti tunggal bahwa fraud telah terjadi. Metode ini hanya sebagai alat untuk menemukan perubahan kekayaan yang belum terjelaskan dan menentukan arah pemeriksaan selanjutnya. Peran forensic accountant bukan hanya menghitung perubahan net worth, tetapi juga menelusuri transaksi, memeriksa bukti, memverifikasi sumber dana, dan menghubungkan hasil analisis dengan bukti lainnya.
Referensi
- Harvin, O., Killey, M., Davis, P. L., & Solar, D. (2021). Utilizing Methods of Proving Income in Fraud Investigations. Journal of Forensic and Investigative Accounting, 13(1), 90–101.
- Eisenberg, P. (2018). Application of the Net Worth Method in Forensic Accounting Investigations.
