Dalam dunia akuntansi kecurangan laporan keuangan menjadi permasalahan yang serius karena dapat merugikan banyak pihak, mulai dari pihak internal hingga eksternal. Karena hal tersebut para peneliti mengembangkan berbagai model analisis untuk mendeteksi kecurangan dari laporan keuangan, dua di antaranya yang cukup populer adalah M-Score dan F-Score. Kedua model tersebut sering dipakai dalam konteks yang sama, namun tetap memiliki perbedaan dalam fokus dan pendekatannya.

M-Score

M-Score atau disebut juga Beneish M-Score adalah model yang dikembangkan oleh Profesor M. Daniel Beneish dengan tujuan untuk mendeteksi kemungkinan manupulasi laba dalam laporan keuangan perusahaan. Model ini didasari oleh asumsi bahwa perusahaan yang memanipulasi laba akan menunjukkan pola tertentu pada rasio-rasio keuangan.

M-Score menggunakan delapan indikator keuangan seperti perubahan piutang, margin Kotor, kualitas aset, penjualan, depresiasi biaya, leverage, hingga total aset. Hasil perhitungan dari M-Score nantinya dibandingkan dengan nilai pada batas tertentu. Jika nilai M-Score berada di atas batas yang ditentukan tersebut, maka perusahaan dianggap memiliki indikasi melakukan manipulasi pada labanya.

F-Score

F-Score merupakan metode yang dikembangkan lebih luas dari Beneish M-Score. Fraud Score Model dikembangkan oleh Dechow dan rekan-rekannya untuk mendeteksi risiko kecurangan laporan keuangan secara lebih menyeluruh. Model ini tidak hanya melihat manipulasi laba, tetapi juga mempertimbangkan kondisi keuangan perusahaan yang dapat menciptakan tekanan dan peluang terjadinya fraud.

F-Score mengombinasikan analisis kualitas akrual dan kinerja keuangan perusahaan. Semakin tinggi nilai F-Score, semakin besar risiko terjadinya kecurangan laporan keuangan. Artinya, F-Score tidak secara langsung menyatakan bahwa fraud pasti terjadi, tetapi menunjukkan tingkat probabilitas atau risikonya.

Jika dibandingkan, perbedaan M-Score dan F-Score dapat dilihat dari beberapa aspek utama. M-Score memiliki fokus yang lebih spesifik, yaitu pada manipulasi laba, sedangkan F-Score bersifat lebih komprehensif karena menilai risiko fraud laporan keuangan secara keseluruhan. Dari sisi pendekatan, M-Score menggunakan delapan rasio keuangan tertentu, sementara F-Score mengombinasikan indikator akrual dan kinerja keuangan.

Referensi: