Di dunia balap, seorang akuntan memiliki peran yang penting untuk menjaga keberlangsungan tim. Artikel ini akan membahas bagaimana peran dari seorang Russell Braithwaite, yang saat ini menjabat sebagai CFO dari tim Mercedes di Formula 1. Tim Mercedes sendiri merupakan tim yang sangat sukses di dunia balap Formula 1 dengan total juara dunia pembalap sebanyak 7 kali dan juara konstruktor sebanyak 7 kali. Saat ini, tim Mercedes secara total memiliki 1050 pekerja dan turnover di 2021 mencapai 365 juta Poundsterling.

Dalam dunia balap, salah satu isu keberlangsungan finansial yang mampu membawa tim menjadi kandidat serius dalam kejuaraan adalah perbedaan biaya dan anggaran yang setiap tim miliki, yang mampu menciptakan dominasi dari tim tertentu. Untuk menangani hal ini, F1 di musim 2021 mengizinkan cost cap sebesar 145 juta USD, dimana hal ini merupakan jumlah diluar biaya tertentu, termasuk biaya pemasaran serta gaji pembalap dan eksekutif senior. Nominal cap ini akan berkurang menjadi 140 juta USD di 2022 dan 135 juta USD di 2023. Menurut Braithwaite, hal ini bukanlah sebuah ancaman, namun justru menjadi peluang bagi tim untuk secara jelas mengetahui dasar biaya ke depannya dari perspektif finansial dan menjadi keberlanjutan bisa diraih. Perubahan ini juga akan mengubah model bisnis, sehingga tim tidak lagi bisa jor-joran saja untuk mencapai hasil yang baik.

Selama masa pandemi, tim Mercedes juga menghadapi situasi yang sulit, dimana fokus utama adalah untuk melindungi bisnis dan aliran kas. Untuk itu, tim Mercedes melakukan berbagai financial modelling untuk melihat bagaimana ketahanan tim bisa dicapai jika balapan tidak dilakukan. Dalam pengambilan keputusan pun, kerap kali keputusan yang diambil bukanlah keputusan dengan biaya terendah, namun justru dari nilai yang terbaik dan sesuai.

Sumber:

  • Smith, P. (2021, April). AB Magazine. Retrieved from AB Magazine: a. https://abmagazine.accaglobal.com/global/articles/2021/apr/interviews/finance-takes-the-fast-lane.html

Image Sources: Google Images