Loading
Loading...
Menu BINUS

Data Silo dalam Akuntansi: Mengapa Data Perlu Terintegrasi?

Pada era digital saat ini, banyak perusahaan yang menggunakan berbagai sistem untuk melakukan penyimpanan data, pengelolaan data, termasuk untuk data penjualan, pembelian, keuangan, persediaan, dan pelanggan. Akan tetapi, jika data tersebut tersimpan secara terpisah dan tidak saling terhubung, perusahaan dapat mengalami kondisi yang sering disebut dengan data silo. Kondisi ini dapat menjadi sebuah masalah dalam perusahaan dikarenakan informasi yang sulit dibagikan dan digunakan oleh bagian lain pada satu perusahaan yang sama.

Pengertian Data Silo

Data silo adalah kumpulan data terisolasi yang mencegah berbagi data antara departemen, sistem, dan unit bisnis yang berbeda. Data silo dapat membuat tim bekerja dengan data yang tidak update, terpisah-pisah, atau tidak konsisten. Data silo juga dapat diartikan dengan kondisi ketika data tersimpan secara terpisah sehingga sulit dibagikan atau diakses oleh departemen, sistem, maupun unit bisnis lainnya.

Menurut survei oleh IBM® Institute for Business Value, hampir 77% responden setuju atau sangat setuju bahwa silo data menghambat kemampuan organisasi untuk melakukan analitik waktu nyata dan membuat keputusan berbasis data. 83% percaya bahwa silo data melemahkan inovasi dengan mencegah berbagi ide antar departemen.

 

Data silo dapat membuat proses akuntansi menjadi lebih lambat dan dapat meningkatkan risiko terjadinya kesalahan di dalam pencatatan. Data yang berbeda antara satu sistem dengan sistem lainnya juga dapat menyulitkan proses rekonsiliasi dan penyusunan laporan keuangan. Jika data terintegrasi, maka akan memungkinkan informasi dari berbagai bagian perusahaan digunakan secara bersama-sama. Dalam akuntansi, integrasi data dapat membantu perusahaan memperoleh informasi keuangan yang lebih lengkap, mengurangi pekerjaan manual, serta meningkatkan konsistensi dan akurasi data.

Contoh, ketika data penjualan, persediaan, dan pembayaran terhubung dengan sistem akuntansi, transaksi dapat tercatat dan diperbarui dengan lebih cepat sehingga hal ini dapat membantu bagian keuangan dalam melakukan rekonsiliasi dan menyusun laporan keuangan.

 

Kesimpulan:

Data silo dapat menghambat proses akuntansi karena data yang terpisah membuat informasi sulit diakses, meningkatkan pekerjaan manual, dan berisiko menimbulkan kesalahan. Oleh karena itu, perlunya integrasi data agar informasi lebih konsisten,

akurat, dan mudah digunakan untuk mendukung proses akuntansi serta pengambilan keputusan perusahaan.

 

 

Referensi:

  • https://www.ibm.com/id-id/think/topics/data-silos
  • https://www.caliana.id/blog/apa-itu-data-silo
Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.