Loading
Loading...
Menu BINUS

Risiko Tokenized Real World Asset dan Pentingnya Audit

Tokenized Real World Asset (RWA) menawarkan cara baru untuk merepresentasikan aset dunia nyata seperti properti, emas, obligasi, dan aset lainnya ke dalam bentuk token digital berbasis blockchain. Tokenisasi berpotensi meningkatkan efisiensi transaksi, aksesibilitas, fractional ownership, dan transparansi pencatatan aset. Namun, di balik manfaat tersebut terdapat risiko yang membuat audit menjadi semakin penting.

  1. Risiko keberadaan underlying asset

Token dapat diklaim mewakili aset tertentu, tetapi blockchain tidak dapat membuktikan secara langsung bahwa aset fisik tersebut benar-benar ada. Blockchain hanya mencatat transaksi token. Karena itu, diperlukan pemeriksaan untuk memastikan bahwa token yang beredar benar-benar didukung oleh underlying asset yang dijanjikan. Sazandrishvili (2020) menekankan bahwa tokenisasi merupakan proses merepresentasikan aset dalam bentuk digital, sehingga hubungan antara token dengan aset yang mendasarinya menjadi aspek penting dalam struktur tokenisasi.

  1. Risiko ketidaksesuaian nilai aset

Nilai token seharusnya memiliki hubungan yang jelas dengan nilai underlying asset. Masalah dapat muncul ketika jumlah token yang diterbitkan tidak sesuai dengan nilai atau jumlah aset yang tersedia. Audit diperlukan untuk memberikan assurance bahwa jumlah token, nilai aset, dan hak yang direpresentasikan memiliki hubungan yang wajar dan dapat diverifikasi.

  1. Risiko legal ownership

Kepemilikan token tidak selalu identik dengan kepemilikan hukum atas aset fisik. Investor mungkin memiliki token, tetapi hak hukum yang melekat pada token tersebut harus ditentukan melalui kontrak dan struktur hukum. Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan terhadap legal agreement, ownership structure, custody, serta hak investor.

  1. Risiko custody dan pengelolaan aset

Underlying asset biasanya tetap berada di luar blockchain dan dikelola oleh pihak tertentu, seperti kustodian, perusahaan penerbit, atau asset manager. Kondisi ini menciptakan off-chain risk. Tanveer et al. (2025) menunjukkan bahwa tokenisasi dapat meningkatkan efisiensi sekaligus menciptakan bentuk risiko baru yang berkaitan dengan bagaimana aset dan token dikelola dalam ekosistem yang terdesentralisasi.

  1. Risiko smart contract dan teknologi

Tokenisasi biasanya menggunakan smart contract. Kesalahan dalam kode, kelemahan keamanan, atau manipulasi sistem dapat menyebabkan transaksi yang tidak sesuai dengan ketentuan. Oleh karena itu, selain audit atas aset dan laporan keuangan, ke depan diperlukan perhatian terhadap smart contract audit, cybersecurity audit, dan technology assurance.

 

  1. Risiko likuiditas

Tokenisasi tidak otomatis membuat aset menjadi likuid. Token tetap membutuhkan pasar dan pembeli. Apabila tidak terdapat pasar sekunder yang aktif, investor dapat mengalami kesulitan menjual tokennya. Dengan demikian, klaim mengenai likuiditas Tokenized RWA juga perlu dievaluasi secara objektif.

Kesimpulannya, risiko utama Tokenized RWA muncul karena adanya hubungan antara aset di dunia nyata dengan representasinya di dunia digital. Blockchain memang dapat mencatat transaksi token secara transparan, tetapi belum tentu dapat memastikan bahwa aset yang mendasarinya benar-benar ada, nilainya sesuai, hak yang diberikan kepada pemegang token jelas, jumlah token sesuai dengan aset, dan aset tersebut dikelola dengan baik. Karena itu, audit menjadi penting untuk memberikan keyakinan bahwa token yang tercatat di blockchain memang benar-benar merepresentasikan aset dan hak yang ada di dunia nyata. Audit RWA ke depan tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan angka, tetapi juga mencakup aspek underlying asset, legal ownership, custody, teknologi, dan transaksi blockchain. Dengan semakin berkembangnya tokenisasi aset, kebutuhan terhadap RWA audit atau tokenization assurance juga akan semakin penting untuk membangun kepercayaan investor dan regulator.

Referensi

  1. Sazandrishvili, G. (2020). Asset tokenization in plain English. Journal of Corporate Accounting & Finance, 31(2), 68–73. https://doi.org/10.1002/jcaf.22432
  2. Tanveer, U., Ishaq, S., & Hoang, T. G. (2025). Tokenized assets in a decentralized economy: Balancing efficiency, value, and risks. International Journal of Production Economics, 282, 109554. https://doi.org/10.1016/j.ijpe.2025.109554

BLH

Tinggalkan Komentar

Komentar Anda akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi.